Ini Menu MBG yang Diduga Sebabkan Keracunan di Surabaya

oleh -104 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Daging bumbu rendang, tahu kuning goreng, oseng wortel dan kacang panjang serta buah jeruk yang diduga disantap ratusan siswa hingga mengalami mual, pusing dan muntah.
Daging bumbu rendang, tahu kuning goreng, oseng wortel dan kacang panjang serta buah jeruk yang diduga disantap ratusan siswa hingga mengalami mual, pusing dan muntah. (Foto: Istimewa)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Kasus dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya terus berkembang. Tidak hanya ratusan siswa dari jenjang TK, SD, hingga SMP yang terdampak, sejumlah guru juga dilaporkan mengalami gejala serupa usai menyantap makanan MBG yang dibagikan di sekolah, Senin (11/5/2026).

Para korban mengalami keluhan pusing, mual, hingga muntah beberapa saat setelah mengonsumsi makanan yang disediakan dalam program tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu MBG yang disantap siswa dan guru terdiri dari nasi putih, daging bumbu rendang, oseng wortel dan kacang panjang, tahu kuning goreng, serta minuman buah jeruk peras.

Akibat kejadian itu, para korban langsung mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan. Selain dirawat di Puskesmas Tembok Dukuh, beberapa siswa juga menjalani perawatan di Puskesmas Asemrowo dan RS IBI Surabaya.

Sejumlah siswa sempat dirujuk ke rumah sakit karena mengalami muntah berulang dan kondisi tubuh melemah. Sementara guru yang mengalami gejala serupa turut menjalani pemeriksaan medis bersama para siswa.

Kepala Puskesmas Tembok Dukuh, drg Tyas Pranadani, sebelumnya menyebut jumlah korban dugaan keracunan mencapai sekitar 200 orang dari 12 sekolah penerima MBG.

Mayoritas korban mengalami gejala ringan, namun petugas kesehatan tetap melakukan observasi untuk memastikan kondisi para siswa dan guru stabil.

Usai menerima laporan, pihak puskesmas bersama Dinas Kesehatan Surabaya langsung berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia makanan MBG.

Sebagai langkah antisipasi, seluruh makanan MBG yang belum sempat dikonsumsi langsung ditarik dari sekolah-sekolah penerima distribusi guna mencegah bertambahnya korban.

“SPPG tadi menarik semua makanan yang belum dikonsumsi,” ujar Tyas.

Selain menarik makanan, pihak penyedia MBG juga disebut siap menanggung biaya pengobatan seluruh korban terdampak.

Baca Juga :  Wisudawan PCU Tawarkan Inovasi Ramah Lingkungan dan Pelestarian Budaya

Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil investigasi laboratorium. Sampel makanan telah diamankan dan dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) untuk diperiksa lebih lanjut.

Dinas Kesehatan Surabaya memastikan investigasi terus dilakukan, termasuk menelusuri proses pengolahan dan distribusi makanan MBG sebelum dibagikan ke sekolah-sekolah.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.