Belasan Siswa SD di Surabaya Diduga Keracunan Usai Santap Makanan MBG

oleh -136 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Belasan siswa alami mual, muntah usai menyantap menu MBG di sekolah dan harus mendapat perawatandi Puskesmas
Belasan siswa alami mual, muntah usai menyantap menu MBG di sekolah dan harus mendapat perawatandi Puskesmas . (Foto: tangkapan layar @nmrrg)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Belasan siswa SD di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (11/5/2026).

Para siswa yang mengalami keluhan langsung dibawa ke Puskesmas Tembok Dukuh untuk mendapatkan penanganan medis. Sejumlah siswa juga dilaporkan dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan.

Informasi yang dihimpun, para siswa berasal dari SD Pancasila dan SD Tembok Dukuh. Mereka mengalami gejala seperti pusing, mual dan muntah setelah mengonsumsi makanan MBG di sekolah.

Akibat insiden tersebut, antrean pasien di Puskesmas Tembok Dukuh membludak. Orang tua siswa tampak memenuhi ruang tunggu untuk mendampingi anak-anak mereka menjalani pemeriksaan.

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr Billy Daniel Messakh, membenarkan adanya laporan dugaan keracunan tersebut. Dinas Kesehatan langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan penanganan dan pendataan.

“Ya mas, benar. Sekarang sudah ada tim di puskesmas,” kata Billy saat dikonfirmasi.

Ia memastikan petugas masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui jumlah pasti siswa terdampak dan penyebab dugaan keracunan.

“Sudah turun tim Dinkes,” ujarnya singkat.

Salah satu wali murid, Lia warga Dupak, mengatakan anaknya mengalami muntah berulang setelah menyantap makanan dari program MBG. Anaknya diketahui merupakan siswa kelas 4 SDN Tembok Dukuh 4.

“Ini tadi sudah lima kali muntah,” kata Lia.

Hingga kini, Dinas Kesehatan Surabaya masih melakukan penyelidikan terkait sumber makanan dan penyebab pasti insiden tersebut. Sementara pihak sekolah dan petugas kesehatan diminta terus memantau kondisi siswa untuk mengantisipasi adanya tambahan korban.(cit)

Baca Juga :  Wabup Banyuwangi Serahkan Nota Pengantar RAPBD Banyuwangi Tahun 2020

No More Posts Available.

No more pages to load.