KILASJATIM.COM, Jombang – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menghadiri Haul ke-55 Al Maghfurlah KH Abdul Wahab Chasbullah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang. Dalam kesempatan tersebut, Gibran didampingi Gubernur Khofifah Indar Parawansa serta Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke makam KH Abdul Wahab Chasbullah di area pemakaman keluarga Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Suasana khidmat terasa ketika doa bersama dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan atas jasa ulama pendiri Nahdlatul Ulama tersebut.
Ribuan jamaah, ulama, habaib, masyaikh, dan santri memadati kawasan pondok pesantren untuk mengikuti haul sekaligus mengenang perjuangan KH Abdul Wahab Chasbullah atau yang akrab disapa Mbah Wahab. Sosoknya dikenal sebagai ulama visioner yang memiliki peran besar dalam perjuangan bangsa dan penguatan persatuan umat.
Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Presiden di tengah keluarga besar pesantren. Menurut dia, kehadiran negara dalam haul tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan ulama yang telah meletakkan fondasi keislaman dan kebangsaan Indonesia.
“Kehadiran Bapak Wakil Presiden menjadi kehormatan besar sekaligus bentuk perhatian nyata terhadap sosok KH Abdul Wahab Chasbullah yang jejak perjuangannya tetap hidup hingga hari ini,” ujar Khofifah, Minggu, 10/5/2026.
Ia menegaskan, haul bukan sekadar tradisi mengenang tokoh besar, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali nilai perjuangan, keteladanan, dan pengabdian ulama dalam membangun bangsa. Menurutnya, KH Abdul Wahab Chasbullah telah menunjukkan bahwa agama dan pembangunan harus berjalan beriringan.
“Atas jasa dan perjuangannya, beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2014. Nilai perjuangan beliau harus terus hidup dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” katanya.
Khofifah juga menekankan pentingnya peran pesantren sebagai pusat pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kebangsaan. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat sinergi dengan pesantren dan organisasi keagamaan sebagai mitra strategis pembangunan daerah.
Menurut dia, keteladanan Mbah Wahab tercermin melalui komitmennya menjaga persatuan di tengah keberagaman lewat penguatan ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah.
“Kiai Wahab mengajarkan bahwa perbedaan tidak boleh menjadi alasan perpecahan. Persatuan dan gotong royong adalah kekuatan utama bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, Wapres Gibran mengajak generasi muda dan para santri meneladani pemikiran serta perjuangan KH Abdul Wahab Chasbullah di tengah tantangan global saat ini.
“Santri harus mampu meneladani Mbah Kiai Wahab. Tidak hanya berakhlak mulia dan cinta tanah air, tetapi juga berani berinovasi dan mampu beradaptasi menghadapi perubahan zaman,” ujar Gibran.
Ia menilai pesantren memiliki kontribusi besar dalam melahirkan generasi penerus bangsa yang berilmu dan berkarakter. Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas juga disebut sebagai contoh pesantren yang mampu mengikuti perkembangan zaman melalui penguatan pendidikan tinggi dan pemberdayaan masyarakat. (den/Friz)
