Reni Astuti Desak Pengusutan Tuntas Sindikat Joki UTBK Surabaya

oleh -298 Dilihat

KILASJATIM.COM – Anggota Komisi X DPR RI Reni Astuti meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus sindikat joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Surabaya. Kasus tersebut dinilai mengancam integritas sistem seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dan merusak prinsip meritokrasi dalam dunia pendidikan.

Reni mengapresiasi langkah cepat Polrestabes Surabaya yang berhasil membongkar jaringan joki UTBK terorganisasi tersebut. Menurutnya, praktik perjokian tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai kejujuran dalam proses seleksi pendidikan tinggi.

“Kami mengapresiasi langkah cepat dan tegas Polrestabes Surabaya,” kata Reni, Minggu (10/5/2026). Ia menegaskan kasus tersebut harus diusut hingga tuntas demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem seleksi PTN.

Politikus PKS itu juga mendukung langkah panitia Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) yang memperketat pengawasan pelaksanaan UTBK tahun ini. Menurutnya, kemampuan mendeteksi peserta curang menunjukkan adanya peningkatan sistem pengamanan dalam proses seleksi nasional.

“Penanganan terbuka dan tegas penting memberi efek jera,” ujar Reni. Ia menegaskan dunia pendidikan tidak boleh dikotori praktik curang yang merusak prinsip keadilan dan kompetisi sehat.

Kasus sindikat joki UTBK tersebut terungkap setelah pengawas ujian di Universitas Negeri Surabaya mencurigai seorang peserta berinisial HR. Foto administrasi peserta dinilai memiliki kemiripan dengan data lama, namun menggunakan identitas berbeda.

Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan dugaan jaringan joki UTBK yang telah beroperasi selama bertahun-tahun di Surabaya. Kapolrestabes Surabaya Luthfie Sulistiawan menyebut sindikat tersebut bekerja secara terstruktur dan rapi.

“Jaringan ini bekerja secara terstruktur dengan kendali koordinator utama,” ujar Luthfie. Polisi menyebut setiap pelaku memiliki pembagian tugas masing-masing dalam menjalankan praktik ilegal tersebut.

Tarif jasa joki disebut mencapai Rp700 juta, terutama untuk membantu peserta masuk jurusan bergengsi di PTN favorit. Fakultas Kedokteran menjadi salah satu tujuan utama peserta yang menggunakan jasa ilegal tersebut.

Baca Juga :  Tingkatkan Kerjasama Sister City, Pimpinan DPRD Surabaya Terima Kunjungan Kedutaan Inggris

Hingga kini, polisi telah mengamankan 14 tersangka dalam kasus sindikat joki UTBK tersebut. Sementara dua orang yang diduga menjadi aktor utama masih dalam pengejaran aparat kepolisian. (ZPB)

No More Posts Available.

No more pages to load.