Ikan Asap Blimbingsari Banyuwangi Jadi Buruan Wisatawan, UMKM Kuliner Pesisir Kian Berkembang

oleh -429 Dilihat
Oleh
Zulfan Tri Adji
Reporter

KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Pantai Blimbingsari tidak hanya dikenal dengan panorama pesisirnya, tetapi juga menjadi sentra kuliner ikan asap khas Banyuwangi yang banyak diburu wisatawan. Kuliner berbahan ikan segar hasil tangkapan nelayan itu kini menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan di kawasan pesisir tersebut.

Salah satu penjual legendaris di kawasan itu adalah Mastia yang telah berjualan sejak 1977. Selama hampir lima dekade, ia mempertahankan cita rasa tradisional ikan asap khas Blimbingsari yang diwariskan secara turun-temurun.

Berbagai jenis ikan dijajakan, mulai ikan ekor merah, banyar, slengseng, hingga kerapu. Seluruh proses pengolahan masih menggunakan resep khas masyarakat pesisir Blimbingsari.

“Ikan dibakar terlebih dahulu, lalu diberi bumbu dan dibakar lagi supaya bumbunya meresap,” ujar Mastia, Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, racikan bumbu khas tersebut dibuat dari bahan-bahan alami seperti asem, bawang merah, bawang putih, laos, kemiri, kencur, gula merah, gula putih, dan cabai yang menghasilkan cita rasa khas dan berbeda dari olahan ikan asap lainnya.

Keunikan rasa itu membuat pelanggan datang dari berbagai daerah seperti Blitar, Yogyakarta, hingga Sumatera. Bahkan, pemesanan juga dilakukan melalui telepon dan WhatsApp untuk dikirim menggunakan kereta maupun bus antarkota.

“Kalau kirim luar kota bisa sampai 150 tusuk sekali pesan,” kata Mastia.

Selain cita rasanya yang khas, harga ikan asap dan ikan bakar di kawasan tersebut juga relatif terjangkau. Ikan bakar dijual mulai Rp15 ribu hingga Rp25 ribu, sedangkan pepes ikan dibanderol sekitar Rp5 ribu per bungkus.

Pedagang lainnya, Ulin, menyebut terdapat sekitar 15 UMKM ikan bakar yang berada di Dusun Krajan, Desa Blimbingsari. Kehadiran wisata pantai dinilai turut membantu meningkatkan penjualan para pelaku usaha lokal.

Baca Juga :  Persewangi Tampil Gemilang di Liga 4 Jatim, Bupati Ipuk Bangga

“Wisatawan biasanya mampir beli ikan bakar setelah dari pantai. Kalau sudah pernah coba, biasanya balik lagi,” ujar Ulin.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menilai kuliner pesisir menjadi salah satu kekuatan sektor pariwisata daerah karena mampu menghadirkan pengalaman autentik bagi wisatawan.

Menurutnya, wisata kuliner berbasis produk lokal perlu terus dipromosikan karena dapat menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat identitas wisata Banyuwangi.

“Kuliner khas seperti ini menjadi daya tarik wisata Banyuwangi. Wisatawan tidak hanya menikmati pantai, tetapi juga pengalaman kuliner yang khas dan berkesan,” kata Ipuk saat program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), Kamis (7/5/2026).

No More Posts Available.

No more pages to load.