KILASJATIM.COM, Surabaya – Penggunaan transportasi umum di Surabaya terus menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Data Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya mencatat jumlah penumpang mencapai 1,9 juta orang pada 2023, meningkat menjadi 3,5 juta pada 2024, dan melonjak hingga 7 juta penumpang sepanjang 2025.
Sementara hingga Maret 2026, jumlah pengguna transportasi umum telah mencapai 1,8 juta orang atau rata-rata sekitar 600 ribu penumpang per bulan.
Peningkatan tersebut disebut sejalan dengan pengembangan konsep smart city yang terus diperkuat Pemerintah Kota Surabaya, terutama melalui integrasi transportasi publik dan digitalisasi layanan masyarakat.
Selain sektor transportasi, transformasi digital juga diterapkan dalam penataan kawasan kota. Salah satunya melalui revitalisasi Kota Lama Surabaya dengan konsep heritage modern yang mengedepankan integrasi kawasan dan kenyamanan publik.
Pemkot Surabaya juga melakukan penataan utilitas dengan memindahkan kabel ke bawah tanah agar kawasan kota terlihat lebih rapi dan aman bagi masyarakat maupun wisatawan.
Ke depan, kawasan Kota Lama akan diintegrasikan dengan kawasan Pecinan dan Kampung Arab sebagai koridor wisata sejarah Surabaya.
Berkat berbagai inovasi tersebut, Surabaya meraih National Governance Award 2026 dalam kategori pelayanan publik terintegrasi.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan konsep smart city tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Smart city bukan hanya soal teknologi, tetapi bagaimana pelayanan publik bisa lebih cepat dan memudahkan warga,” kata Eri.
Digitalisasi pelayanan juga diperluas hingga tingkat lingkungan melalui program satu ASN satu RW. Program itu memungkinkan pelayanan administrasi warga dilakukan lebih cepat dan transparan dengan dukungan sistem digital.
Ketua RT 2 Perak Barat, Boni Wikantono, mengatakan aplikasi Sayang Warga membantu proses administrasi dan koordinasi di lingkungan masyarakat.
“Kerja bakti, laporan kegiatan, sampai administrasi warga sekarang lebih mudah dipantau lewat aplikasi,” ujarnya.
Warga Surabaya lainnya, Ella, mengaku mulai merasakan dampak penerapan smart city dalam kehidupan sehari-hari.
“Kota jadi lebih tertata, lebih bersih, dan pelayanan lebih cepat,” tandasnya.(cit)



