KILASJATIM.COM, Surabaya – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memperingati Hari Puisi Nasional dengan menggelar kuliah pakar sastra, parade pembacaan puisi, serta peluncuran buku karya dosen di Ruang Theater Lantai 2 Kampus C Unusa. Kegiatan ini menjadi upaya kampus memperkuat budaya literasi sekaligus mendekatkan mahasiswa pada dunia sastra.
Mengusung tema “Puisi sebagai Sarana Berpikir Kritis dan Reflektif”, kegiatan ini diikuti mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dosen, serta pegiat sastra Jawa Timur. Peringatan Hari Puisi Nasional yang jatuh setiap 28 April ini juga menjadi momentum mengenang wafatnya penyair Chairil Anwar pada 1949. Tahun ini merupakan peringatan ke-77.
Pada kesempatan tersebut, Unusa meluncurkan buku kumpulan puisi berjudul Belajar Mencintai-Mu karya Dr. Suharmono Kasiyun, dosen FKIP Unusa. Buku ini menghadirkan refleksi tentang makna cinta dalam dimensi personal, sosial, dan spiritual.
Dekan FKIP Unusa, Dr. Nafiah, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan ruang literasi yang hidup dan relevan bagi generasi muda. “Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, merenung, dan memahami kehidupan secara lebih mendalam. Puisi menjadi salah satu medium penting untuk menumbuhkan hal tersebut,” terang Dr. Nafiah.
Ia menambahkan, peluncuran buku karya dosen menunjukkan bahwa tradisi akademik di kampus tidak berhenti di ruang kelas, tetapi terus berkembang melalui karya nyata. “Mahasiswa perlu melihat bahwa dosen bukan hanya mengajar, tetapi juga berkarya. Ini menjadi inspirasi agar budaya menulis, membaca, dan berkreativitas terus tumbuh di lingkungan kampus,” tambahnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah tokoh sastra dan media Jawa Timur seperti Aming Aminoedin, Toto Sonata, Amang Mawardi, dan Riadi Ngasiran yang berbagi pandangan tentang peran sastra dalam membangun karakter, kepekaan sosial, dan nilai kemanusiaan.
Selain diskusi dan peluncuran buku, acara turut diramaikan parade pembacaan puisi oleh sastrawan dan mahasiswa FKIP Unusa yang mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Melalui momentum ini, Unusa menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ekosistem akademik yang memadukan ilmu pengetahuan, seni, dan nilai kemanusiaan sebagai bagian dari pembangunan peradaban.(tok)
