KILASJATIM.COM, Surabaya – Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menegaskan peran pemerintah daerah (pemda) menjadi kunci dalam menyukseskan program Sekolah Rakyat. Program ini diposisikan sebagai strategi utama memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.
Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga sangat miskin yang belum sekolah, putus sekolah, atau berisiko putus sekolah.
“Ini untuk mereka yang selama ini tidak terlihat, padahal ada di sekitar kita,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4/2026).
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah anak yang tidak atau putus sekolah mencapai lebih dari 4 juta orang dan terus bertambah setiap tahun, terutama dari lulusan SMP yang tidak melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.
Gus Ipul menjelaskan, Sekolah Rakyat menjadi bagian dari strategi ketiga pemerintah dalam pengentasan kemiskinan, yakni memutus transmisi kemiskinan melalui pendidikan. Dua strategi lainnya adalah bantuan sosial untuk mengurangi beban pengeluaran serta pemberdayaan untuk meningkatkan pendapatan.
Ia meminta gubernur, bupati, dan wali kota aktif mendukung program ini, terutama dalam penyediaan lahan minimal 7 hektare untuk pembangunan sekolah berkonsep asrama (boarding school).
“Targetnya, setiap kabupaten/kota memiliki minimal satu Sekolah Rakyat,” katanya.
Pada tahap awal, pemerintah menargetkan 30 ribu siswa pada tahun ini dan meningkat menjadi 100 ribu siswa pada tahun depan.
Selain penyediaan lahan, pemda juga diminta berperan dalam pengusulan kepala sekolah dari ASN, penjaringan siswa, hingga pengawasan pelaksanaan program.
“Kalau tidak ditangani sekarang, jumlah anak putus sekolah akan terus bertambah,” tegasnya.
Gus Ipul juga menyoroti pentingnya perbaikan data sosial sebagai dasar kebijakan. Ia mencontohkan digitalisasi bantuan sosial berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) mampu menekan kesalahan penyaluran bantuan.
Dalam pertemuan dengan sejumlah kepala daerah, beberapa wilayah melaporkan kesiapan mendukung program tersebut. Pemerintah daerah mulai dari penyediaan lahan hingga penguatan pendamping sosial untuk mempercepat implementasi di lapangan.
Program Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga menjadi instrumen jangka panjang untuk menekan angka kemiskinan di berbagai daerah.(cit)




