KILASJATIM.COM, Surabaya – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (Stiesia) Surabaya menghadirkan kuliah tamu dalam rangka Dies Natalis ke-54 dengan tema rekonstruksi tata kelola nasional menuju pemerintahan yang akuntabel dan berdampak. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, S.H., S.U., M.I.P., sebagai pembicara utama.
Dalam paparannya, Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, S.H., S.U., M.I.P., menegaskan bahwa pembenahan tata kelola pemerintahan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan di tengah dinamika global yang semakin kompleks. “Rekonstruksi tata kelola nasional bukan lagi pilihan, tetapi suatu keharusan agar pemerintahan mampu menjawab tantangan zaman dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” terang Prof. Mahfud.
Ia menjelaskan bahwa tata kelola yang baik harus bertumpu pada akuntabilitas yang transparan, tidak hanya sebatas pelaporan administratif, tetapi juga memastikan setiap kebijakan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. “Akuntabilitas bukan hanya soal laporan keuangan, tetapi bagaimana setiap kebijakan bisa diuji dan dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat,” papar Prof. Mahfud.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pergeseran paradigma menuju pemerintahan berbasis dampak. “Keberhasilan pemerintah tidak cukup diukur dari serapan anggaran, tetapi harus dilihat dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat,” tegas Prof. Mahfud.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam reformasi tata kelola adalah resistensi perubahan dan budaya birokrasi yang masih kaku. Karena itu, dibutuhkan kepemimpinan yang progresif serta penguatan integritas di seluruh lini pemerintahan.
Melalui kuliah tamu ini, Stiesia berharap dapat meningkatkan kesadaran akademisi dan mahasiswa tentang pentingnya tata kelola yang baik sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-54 Stiesia dengan tema Becoming Excellent and Impactful through Innovation for Sustainability.(tok)
