Deklarasi “She Heroes”, Perempuan Surabaya Diajak Beralih ke Produk Ramah Lingkungan

oleh -446 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Dalam rangka memperingati Hari Bumi, Pemerintah Kota Surabaya berkolaborasi dengan Bumbi menggelar deklarasi “She Heroes”. Kegiatan ini berlangsung di kawasan Car Free Day Jalan Tunjungan, Minggu (26/4/2026), dengan mengajak perempuan beralih dari pembalut sekali pakai ke produk ramah lingkungan guna menekan sampah plastik.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya, M. Fikser, mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa sampah pembalut dan popok sekali pakai menjadi persoalan serius karena membutuhkan waktu hingga 500 tahun untuk terurai.

“Sampah jenis ini menjadi ancaman bagi lingkungan. Tidak hanya mencemari sungai, tetapi juga sulit didaur ulang di tempat pembuangan akhir. Kehadiran gerakan ini menjadi solusi nyata untuk mengurangi beban lingkungan,” ujarnya.

Di hadapan sekitar 500 perempuan yang hadir, Fikser menekankan pentingnya peran perempuan dan generasi muda sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing.

“Kalian adalah agen perubahan di sekolah dan lingkungan. Mulailah dari rumah dengan mempengaruhi keluarga. Jika anak mengajak orang tua menjaga lingkungan, biasanya akan lebih didengar. Mari menjaga kota ini dengan mengurangi sampah, menanam pohon, dan menghemat air,” pesannya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai komunitas lingkungan seperti Tunas Hijau, Ecoton, serta Rotary yang aktif menjaga keseimbangan ekologi di Surabaya.

“Saya berharap informasi dari kegiatan ini dapat disebarluaskan kepada keluarga dan masyarakat luas. Mari bersama melindungi lingkungan dan Kota Surabaya,” tambahnya.

Sementara itu, Founder dan Chief Executive Officer Bumbi, Celia Siura, mengungkapkan bahwa penggunaan pembalut sekali pakai di Surabaya masih sangat tinggi. Dengan sekitar satu juta perempuan usia produktif, diperkirakan terdapat sekitar tujuh ribu ton sampah pembalut yang berakhir di sungai, laut, dan tempat pembuangan akhir setiap tahun.

Baca Juga :  Kadinkes: Jatim Belum KLB Demam Berdarah

“Secara ekonomi, sekitar sembilan ratus miliar rupiah habis untuk pembalut sekali pakai dalam setahun. Sampah ini juga terurai menjadi mikroplastik yang masuk ke rantai makanan, dikonsumsi ikan, dan berpotensi masuk ke tubuh manusia serta memicu penyakit seperti diabetes hingga stroke,” jelasnya.

Ia menambahkan, Bumbi lahir dari keprihatinan terhadap tingginya sampah popok di Sungai Brantas. Untuk menjawab kebutuhan masyarakat, Bumbi kini menghadirkan pembalut kain berkualitas tinggi yang nyaman dan antibocor.

“Langkah kecil hari ini akan berdampak besar di masa depan. Surabaya menjadi pionir gerakan ini, dan kami berharap perempuan Surabaya dapat berperan aktif mewujudkan bumi yang lebih sehat,” ujarnya.

Deklarasi “She Heroes” ditutup dengan komitmen bersama para peserta untuk mulai beralih ke pembalut pakai ulang. Komitmen tersebut dinyatakan melalui ikrar bersama sebagai bentuk kesadaran menjaga lingkungan.

No More Posts Available.

No more pages to load.