Harga Gula Merangkak Naik, Efek Domino Lonjakan Plastik

oleh -144 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Ilustrasi (foto: dok/ist)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Harga gula pasir mulai merangkak naik di sejumlah daerah. Kenaikan ini dipicu lonjakan harga plastik sebagai bahan kemasan, yang terdampak gangguan pasokan bahan baku global.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah wilayah yang mengalami kenaikan harga gula terus bertambah hingga minggu ketiga April 2026.

“Pada minggu kedua ada 153 kabupaten/kota, kini meningkat menjadi 171 daerah,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam keterangan tertulis yang dikutip, Sabtu (25/4/2026).

BPS mengidentifikasi mahalnya bahan kemasan plastik sebagai salah satu faktor utama pendorong kenaikan harga gula di pasar.

“Plastik digunakan sebagai kemasan gula, sehingga kenaikan harganya berdampak langsung pada harga jual,” jelas Ateng.

Kenaikan harga plastik sendiri dipicu terganggunya pasokan bahan baku nafta di pasar global, imbas konflik di kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, pemerintah memastikan langkah penanganan terus dilakukan. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut upaya pencarian alternatif pasokan bahan baku plastik tengah berjalan.

“Pemerintah tidak diam. Upaya pencarian sumber pasokan terus dilakukan agar masalah ini segera teratasi,” ujar Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa.

Dari 171 daerah yang mengalami kenaikan harga, Bapanas mencatat sebanyak 135 daerah sudah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP), sementara sisanya masih dalam batas wajar.

Secara nasional, kenaikan harga gula dalam sebulan terakhir tercatat relatif terbatas, sekitar 1,94 persen, dari Rp 18.412 per kilogram menjadi Rp 18.770 per kilogram per 20 April 2026.

Di sisi pasokan, pemerintah memproyeksikan produksi gula kristal putih dalam negeri akan meningkat signifikan pada April hingga Mei, dari 58,3 ribu ton menjadi 276,4 ribu ton.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.