Pemkab Banyuwangi Tiadakan Tour de Banyuwangi Ijen 2026, Fokus pada Program Prioritas Masyarakat

oleh -412 Dilihat

KILASJATIM.COM – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memastikan tidak menggelar ajang balap sepeda internasional Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) pada tahun 2026. Keputusan ini diambil sebagai dampak kebijakan efisiensi anggaran daerah yang kini difokuskan pada program prioritas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan keputusan tersebut masih dalam tahap pembahasan, namun mengarah pada penyesuaian kondisi fiskal daerah. Pemerintah daerah saat ini memprioritaskan program yang memberikan dampak langsung, sehingga alokasi anggaran untuk event berskala internasional berpotensi dialihkan ke sektor yang lebih mendesak.

“Melihat kondisi anggaran pemerintah daerah yang ada, sepertinya TdBI tidak bisa dilaksanakan di tahun ini. Kami fokus pada hal-hal prinsip yang berdampak langsung ke masyarakat,” ujar Ipuk, Kamis (23/4/2026).

Tour de Banyuwangi Ijen merupakan salah satu ikon sport tourism yang telah digelar sejak 2012 dan memasuki edisi ke-11 pada 2025. Event ini sempat vakum selama tiga tahun akibat pandemi COVID-19, sebelum kembali digelar pada periode 2023 hingga 2025.

Meski demikian, Ipuk menegaskan bahwa ITdBI tidak dihentikan secara permanen. Pemerintah daerah masih membuka peluang untuk kembali menggelarnya pada tahun mendatang.

“Harapannya, tahun depan kita bisa melaksanakan kembali ITdBI,” imbuhnya.

Sebagai alternatif, Pemkab Banyuwangi akan memperkuat konsep Banyuwangi Attraction 2026 dengan pendekatan yang lebih terintegrasi. Program ini tidak hanya menonjolkan sektor budaya, tetapi juga mengedepankan aspek ekonomi dan lingkungan.

Menurut Ipuk, konsep tersebut diarahkan untuk memberdayakan potensi lokal, khususnya dari desa-desa di Banyuwangi, agar memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.

“Banyuwangi Attraction tidak hanya soal budaya, tapi juga ekonomi dan lingkungan. Kita ingin merangkul kekuatan SDM dari desa hingga seluruh Banyuwangi,” jelasnya.

Baca Juga :  Banyuwangi Kini Punya Gedung Creative Hub, Jadi Inkubator Anak Muda Kreatif

Pemerintah daerah juga akan memberikan ruang lebih luas bagi desa untuk menampilkan potensi unggulan masing-masing, mulai dari produk ekonomi hingga inisiatif berbasis lingkungan.

“Desa-desa kita beri kesempatan menunjukkan potensi yang dimiliki, tidak hanya budaya tetapi juga pemberdayaan ekonomi dan kepedulian lingkungan,” tegas Ipuk.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga geliat pariwisata daerah sekaligus memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat. (PCO)

No More Posts Available.

No more pages to load.