Garuda Indonesia Catat Rugi Rp 803 Miliar, Pendapatan Naik Tipis

oleh -158 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Ilustrasi (Foto: dok kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) masih mencatatkan rugi bersih pada kuartal I 2026. Namun, kerugian maskapai pelat merah itu menunjukkan tren perbaikan dibanding periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan, Garuda membukukan rugi bersih sebesar US$ 46,48 juta atau sekitar Rp 803,4 miliar (kurs Rp 17.285). Angka ini turun signifikan dari kuartal I 2025 yang mencapai US$ 76,49 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun.

Dari sisi pendapatan, perseroan mencatatkan US$ 762,35 juta atau sekitar Rp 13,17 triliun sepanjang tiga bulan pertama 2026. Realisasi ini naik tipis dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 723,56 juta.

Kontribusi terbesar pendapatan masih ditopang penerbangan berjadwal yang mencapai US$ 648,10 juta. Sementara penerbangan tidak berjadwal menyumbang US$ 24,98 juta.

Di sisi lain, beban usaha Garuda masih tergolong tinggi, yakni US$ 713,22 juta atau sekitar Rp 12,3 triliun. Beban operasional penerbangan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai mencapai US$ 350,24 juta.

Dari neraca keuangan, total aset Garuda tercatat sebesar US$ 7,5 miliar hingga akhir Maret 2026. Sementara total liabilitas mencapai US$ 7,4 miliar dengan ekuitas sebesar US$ 68,25 juta.

Meski masih merugi, penyusutan kerugian ini mencerminkan upaya perbaikan kinerja yang mulai terlihat di tengah tekanan biaya operasional yang masih tinggi.(cit)

Baca Juga :  BPI Danantara Rencanakan Pembentukan Yayasan Filantropi 'Danantara Trust Fund'

No More Posts Available.

No more pages to load.