Etika Kerja Berbasis Nilai Agama Mengemuka di Bondowoso

oleh -545 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Penguatan etika dalam kehidupan profesional kembali mengemuka melalui kegiatan sosialisasi bertajuk “Menjadikan Nilai Agama Sebagai Kompas Moral di Dunia Kerja” yang digelar di Bondowoso, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini menyoroti pentingnya integrasi antara kompetensi dan moralitas dalam menghadapi dinamika dunia kerja modern.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Ma’mulah Harun, yang memimpin kegiatan tersebut menegaskan bahwa forum sosialisasi tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial.

“Ini bukan sekadar kegiatan formal, tetapi ruang dialog untuk menyerap aspirasi masyarakat yang nantinya akan menjadi bahan dalam penyusunan kebijakan,” ujarnya.

Menurutnya, setiap masukan dari masyarakat akan dirumuskan dan menjadi bagian dari laporan yang berkontribusi dalam arah pembangunan. Ia juga menekankan bahwa peran legislatif sejatinya adalah menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah.

“Partai Kebangkitan Bangsa tidak akan besar tanpa panjenengan semua. Kami ini hanya fasilitator yang menjembatani kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan pentingnya soliditas kader PKB. Mengutip pesan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, ia menyampaikan bahwa PKB lahir dari rahim Nahdlatul Ulama dan memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga nilai-nilai ke-NU-an.

“Kader PKB tidak perlu lagi mempersoalkan PKB. Yang terpenting adalah bagaimana kita terus berkhidmat kepada NU,” lanjutnya.

Sementara itu, narasumber Ach Humadi menyoroti bahwa tantangan dunia kerja saat ini tidak hanya berkutat pada aspek keterampilan, tetapi juga integritas.

“Kerja tanpa nilai hanya akan menghasilkan capaian material, tetapi kerja dengan nilai akan melahirkan keberkahan dan keadilan sosial,” ungkapnya.

Liaison Officer Kabupaten Bondowoso, Epsie Rasek, memandang kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam membangun komunikasi politik yang lebih inklusif dan responsif.

Baca Juga :  PDAM Bondowoso Masuk 10 Besar Media Digital Terbaik di ACFFEST 2025

“Forum seperti ini mempertemukan aspirasi masyarakat dengan representasi politik secara langsung. Ini penting untuk menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan tokoh muda NU, Sofyan Sauri, yang menilai bahwa hubungan historis antara PKB dan NU harus terus diterjemahkan dalam praktik nyata.

“PKB dan NU memiliki hubungan historis dan ideologis. Tantangannya adalah bagaimana nilai-nilai itu diwujudkan dalam kebijakan dan praktik kerja yang nyata,” katanya.

Melalui kegiatan ini, penguatan etika berbasis nilai agama tidak lagi sekadar narasi, tetapi mulai diarahkan sebagai langkah konkret dalam membangun kehidupan profesional yang berintegritas serta berpihak pada kepentingan masyarakat luas.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.