Easycash Perkuat Literasi Keuangan di Surabaya, Dorong Generasi Muda  Bijak Atur Keuangan

oleh -609 Dilihat
Head Corporate Affairs Easycash Wildan Kesuma foto bersama dalam kegiatan diskusi bersama media bertajuk “Jadi Lebih Bijak Atur Keuangan #MulaiDariMOJANG” di Surabaya, (23/4/2026). (kilasjatim.com/nova) 

KILASJATIM.COM, Surabaya  — PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash), platform pinjaman daring (pindar) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkolaborasi dengan  International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia  menyelenggarakan kegiatan edukasi literasi keuangan meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda.

Kegiatan bertajuk “Literasi Keuangan Generasi Muda di Era Digital” di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman pengelolaan keuangan yang bijak di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi sektor jasa keuangan.

Head of Corporate Affairs Easycash, Wildan Kesuma, mengatakan Surabaya sebagai salah satu pusat ekonomi terbesar di Indonesia memiliki populasi generasi muda yang sangat dinamis, namun juga rentan terhadap risiko finansial jika tidak dibekali literasi yang tepat. Oleh karena itu, kegiatan literasi keuangan ini menjadi bagian dari upaya untuk membekali mahasiswa di Surabaya dengan pemahaman yang lebih komprehensif dalam mengelola keuangan secara bijak.

“Kami melihat kecepatan adopsi layanan fintech belum sepenuhnya dibarengi dengan pemahaman yang mendalam. Di Surabaya, kami tidak hanya ingin memberikan akses, tetapi juga mendorong generasi muda untuk #JadiLebihPaham sehingga bijak dalam mengatur keuangan dengan sehat melalui pendekatan program edukasi keuangan yang lebih relevan,” kata Wildan di hadapan para mahasiswa Unesa Rabu (22/4/2026)

Selang sehari, Pada Kamis (23/4/2026)  dengan mengundang sejumlah media di Surabaya, Wildan menyampaikan  generasi millenilas dan generasi Z menjadi borrower terbesar dari Easycash. Dimana masih perlu dilakukan edukasi dan peningkatan literasi keuangan agar bijak dalam menentukan rencana keuangan yang dilakukan.

“Tidak sedikit borrower easycash dari kalangan mahasiswa yang sukses. Mereka mengajukan pijaman sesuai kebutuhan. Salah satunya dari perusahaan percetakan, akan mengajukan pinjaman kalau ada order besar dan cepat,” kata Wildan.

Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, masih terdapat kesenjangan (gap) yang signifikan antara inklusi dan literasi keuangan di Indonesia.

Baca Juga :  Bata Indonesia dan Indomilk Kids Berkolaborasi Sambut Musim Kembali ke Sekolah 2025

Indeks inklusi keuangan telah mencapai 80,51%, namun indeks literasi baru berada di angka 66,46%. Pada kelompok Gen Z (usia 18–25 tahun), meskipun inklusi mencapai 89,96%, tingkat pemahaman atau literasi mereka masih tertinggal di angka 73,22%.

Gap ini menunjukkan bahwa banyak anak muda sudah menggunakan layanan keuangan digital, namun belum sepenuhnya paham mengenai risiko dan tanggung jawab dari produk keuangan yang ada. Oleh karena itu, Easycash memperkenalkan dua inisiatif edukasi, yaitu Modul Bijak Keuangan (MOJANG) dan ChatPindar.

 Wildan Kesuma, menyatakan Surabaya sebagai salah satu pusat ekonomi terbesar di Indonesia memiliki populasi generasi muda yang sangat dinamis, namun juga rentan terhadap risiko finansial jika tidak dibekali literasi yang tepat. Oleh karena itu, kegiatan literasi keuangan ini menjadi bagian dari upaya untuk membekali mahasiswa di Surabaya dengan pemahaman yang lebih komprehensif dalam mengelola keuangan secara bijak.

“Kami melihat kecepatan adopsi layanan fintech belum sepenuhnya dibarengi dengan pemahaman yang mendalam. Di Surabaya, kami tidak hanya ingin memberikan akses, tetapi juga mendorong generasi muda untuk #JadiLebihPaham sehingga bijak dalam mengatur keuangan dengan sehat melalui pendekatan program edukasi keuangan yang lebih relevan,” jelasnya.

(Kiri-Kanan) Dosen Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Dr. Dewi Ratih, S.E., M.S.M., Director of General Financial Planning Program International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia Mirzan Hasan, RFA, CIC, CPE, Head of Membership IARFC Indonesia Martha Sanjaya, Head Corporate Affairs Easycash Wildan Kesuma, dan Direktur Departemen Syariah IARFC Indonesia Dea Aryandhana Mulyana Haris berfoto bersama para mahasiswa dalam kegiatan edukasi bertajuk “Literasi Keuangan Generasi Muda di Era Digital” di UNESA, Surabaya, (22/4/2026). (ist/dok) 

Inisiatif Literasi Keuangan Easycash

MOJANG adalah inisiatif yang lahir dari kolaborasi Easycash bersama Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia.  MOJANG versi zine ini adalah pendekatan edukasi keuangan baru yang dirancang untuk Gen Z dan Milenial dengan gaya penulisan yang ringan, visual, dan kontekstual. Selain MOJANG, Easycash juga memperkenalkan ChatPindar, sebuah teknologi AI berbasis chat hasil kolaborasi Easycash dan AFTECH yang diluncurkan untuk menjadi “teman ngobrol” bagi anak muda yang ingin bertanya seputar pindar menggunakan berbagai bahasa sehari-hari.

Baca Juga :  Sinergi PGN-Kemenhan Berlanjut, Pastikan Ketersediaan Gas Bumi yang Efisien dan Ramah Lingkungan

Sementara itu, ChatPindar yang berperan sebagai platform edukasi tentang industri pindar yang bisa diakses kapanpun masyarakat memiliki pertanyaan tentang pindar. Dengan semakin mudahnya akses fasilitas keuangan, masyarakat juga perlu memiliki akses edukasi tentang industri pindar yang sifatnya always on sehingga masyarakat bisa bertanya kapan pun dan tetap mendapatkan jawaban yang akurat.

Membangun Masa Depan Finansial yang Sehat

Director of General Financial Planning Program IARFC Indonesia, Mirzan Hasan, juga membedah tantangan pengelolaan keuangan dari sudut pandang perencana keuangan profesional. Menurutnya, era digital menciptakan ilusi kemakmuran melalui fenomena media sosial yang mendorong perilaku konsumtif yang tidak terukur.

“Masalah keuangan yang dihadapi mahasiswa sering kali bukan tentang seberapa besar uang yang mereka miliki, tetapi tentang bagaimana mereka menentukan prioritas. Banyak Gen Z terjebak dalam lifestyle inflation. Melalui Modul MOJANG, kami ingin menanamkan disiplin bahwa setiap keputusan keuangan hari ini memiliki dampak jangka panjang pada reputasi kredit mereka. Kami mengajarkan mahasiswa untuk mulai mencatat arus kas dan memahami bahwa penghasilan kita harus dikelola dengan baik, memilah antara kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan pinjaman secara lebih produktif, bukan impulsif,” pungkas Mirzan. (nov)

No More Posts Available.

No more pages to load.