KILASAJTIM.COM, Surabaya – Laga Derby Jawa Timur antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Super League 2025/2026 dipastikan dipindah dari Stadion Kanjuruhan, Malang, ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Keputusan ini diambil manajemen dan panitia pelaksana (panpel) Arema FC setelah belum adanya izin penggunaan Stadion Kanjuruhan dari Polres Malang. Selain itu, terdapat penyesuaian venue dari operator kompetisi.
Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, mengatakan pihaknya menghormati pertimbangan keamanan yang disampaikan kepolisian.
“Kami mengikuti arahan otoritas. Keamanan menjadi prioritas,” ujar Erwin dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4/2026).
Menurut dia, pemindahan venue menjadi opsi paling realistis agar pertandingan tetap berjalan sesuai jadwal tanpa mengganggu stabilitas keamanan di Malang Raya.
Meski persiapan pertandingan di Stadion Kanjuruhan telah dilakukan, panpel memilih bergerak cepat berkoordinasi dengan pengelola stadion di Bali.
Erwin mengakui ada kekecewaan karena Arema ingin membuktikan kesiapan Kanjuruhan sebagai tuan rumah laga besar. Namun, keputusan tetap diambil dengan mempertimbangkan situasi yang ada.
“Secara emosional tentu kecewa, tapi kami tidak ingin larut. Kami patuh pada regulasi dan keputusan pihak berwenang,” katanya.
Di sisi lain, manajemen Arema FC mengapresiasi sikap suporter Aremania yang dinilai tetap kondusif. Dukungan tanpa aksi negatif disebut menjadi modal penting menjaga suasana tetap aman.
Manajemen juga mengimbau seluruh pendukung untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, terutama di media sosial.
Saat ini, fokus tim adalah memastikan pertandingan melawan Persebaya tetap berjalan lancar meski digelar di luar kandang.(cit)




