KILASJATIM.COM, Surabaya – Pentas keliling: Besut Jajah Deso Milangkori kembali digelar dan kali ini “mudik” ke Jombang, daerah yang diyakini sebagai asal mula kesenian Besutan, cikal bakal ludruk. Pertunjukan Ludruk Garingan oleh Meimura akan berlangsung di Sanggar Komunitas Rebung, Mojokrapak, Tembelang, Sabtu (18/4/2026) pukul 19.00 WIB.
Dalam pementasan ini, Meimura (Meijono) sebagai tokoh Besut akan tampil bersama dua pemain lokal, Azis dan Takim. Kegiatan juga dilanjutkan dengan diskusi budaya menghadirkan budayawan Nasrulillah dan Ketua Komunitas Rebung, Suwasis, dengan moderator Henri Nurcahyo.
Program ini merupakan bagian dari Pemberdayaan Ruang Publik Kementerian Kebudayaan RI yang digelar di 10 kota di Jawa Timur, termasuk Surabaya, Sidoarjo, Jombang, dan akan berlanjut ke Nganjuk, Mojokerto, Kediri, Madiun, Blitar, Malang, serta Jember.
Meimura menyebut “mudik” Besut ke Jombang bukan sekadar perjalanan geografis, melainkan juga upaya menghidupkan kembali makna dan akar kultural kesenian rakyat. “Mudik bagi Besut bukan hanya pulang ke tanah, tapi pulang ke asal-usul makna. Ia menghidupkan kembali fungsi kesenian sebagai ruang kritik dan kesadaran publik,” papar Meimura.
Ia menambahkan, sejak sebelum Indonesia merdeka, Besut telah menjadi medium ekspresi rakyat untuk menghibur sekaligus menyampaikan kritik sosial melalui humor yang tajam. Menurutnya, kembalinya Besut ke Jombang menjadi momentum refleksi bagi keberlanjutan tradisi. “Apakah humor masih menjadi alat kritik, atau sekadar hiburan? Apakah tradisi masih hidup, atau hanya jadi pajangan?” kata Meimura.
Melalui pentas ini, Besut diharapkan tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga kembali menjalankan perannya sebagai sarana dialog budaya yang membumi, kritis, dan relevan dengan perkembangan zaman.(tok)
