KILASJATIM.COM, Ponorogo – Sebanyak 565 jemaah calon haji (JCH) asal Ponorogo siap diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 persen di antaranya masuk kategori risiko tinggi (risti), termasuk jemaah lanjut usia (lansia).
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Ponorogo, Marjuni, mengatakan seluruh jemaah haji Ponorogo tergabung dalam gelombang pertama dan terbagi dalam kelompok terbang (kloter) 19 dan 20 embarkasi Surabaya.
Ia menjelaskan, kloter 19 akan diisi penuh oleh jemaah asal Ponorogo sebanyak 380 orang ditambah petugas haji. Sementara sisanya akan masuk dalam kloter 20 bersama jemaah dari daerah lain seperti Magetan dan Sidoarjo.
“Persiapan pemberangkatan jemaah haji Ponorogo sudah mencapai 90 persen. Seluruh dokumen perjalanan haji telah kami siapkan. Sesuai jadwal, jemaah masuk gelombang 1 kloter Sub 19 dan 20,” ujar Marjuni saat dikonfirmasi, Senin (6/4/2026).
Sesuai jadwal, jemaah kloter Sub 19 akan diberangkatkan pada 26 April pukul 01.00 WIB dini hari, mengingat mereka harus sudah masuk Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada pukul 06.00 WIB. Sedangkan kloter Sub 20 akan diberangkatkan di hari yang sama pukul 07.30 WIB, dengan jadwal masuk asrama pukul 12.00 WIB.
Marjuni menambahkan, perbedaan waktu pemberangkatan tersebut sengaja diatur untuk memberikan kenyamanan bagi jemaah, khususnya yang masuk kloter 20.
“Dengan jeda waktu yang cukup panjang, jika diberangkatkan bersamaan dikhawatirkan jemaah kurang nyaman. Lebih baik kloter 20 beristirahat terlebih dahulu di rumah sebelum berangkat,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, ratusan jemaah haji Ponorogo yang berangkat tahun ini merupakan pendaftar sejak 2012. Artinya, mereka telah menunggu sekitar 14 tahun untuk dapat menunaikan ibadah haji.
Dengan berbagai persiapan yang hampir rampung, diharapkan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, aman, dan khusyuk di Tanah Suci.(ree)
