Sosialisasi MBG Tekankan Peran Gizi dalam Peningkatan SDM dan Ekonomi Daerah

oleh -612 Dilihat

 KILASJATIM.COM, Gresik – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan sebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Sosialisasi yang digelar di Universitas Muhammadiyah Gresik ini menghadirkan Anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), serta sejumlah pemangku kepentingan.

Program MBG merupakan upaya pemerintah untuk memastikan pemenuhan gizi seimbang bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Program ini juga diharapkan mampu menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.

Dalam paparannya, Ahmad Labib menegaskan bahwa MBG memiliki peran penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat sejak dini. Menurutnya, asupan gizi yang memadai sejak masa kehamilan hingga usia remaja menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan optimal generasi masa depan.

“Program MBG ini memiliki dimensi kesehatan yang sangat kuat. Presiden ingin agar manusia Indonesia sejak dalam kandungan sudah mendapatkan asupan gizi yang cukup. Kemudian setelah lahir hingga masa pertumbuhan dan remaja, negara hadir memastikan kebutuhan gizinya terpenuhi. Ini penting karena angka stunting dan kurang gizi di Indonesia masih cukup besar,” ujarnya saat sosialisasi, Jumat (3/4).

Selain aspek kesehatan, ia juga menyoroti potensi ekonomi dari program tersebut. Menurutnya, MBG dapat menjadi penggerak ekonomi baru melalui penciptaan lapangan kerja.

“Program ini menyedot anggaran negara yang cukup besar, sehingga harus memberikan efek kesejahteraan. MBG harus mampu menciptakan lapangan kerja baru. Satu SPPG bisa menyerap sekitar 50 tenaga kerja. Jika dikalikan dengan puluhan ribu unit, maka ini menjadi peluang besar dalam penciptaan lapangan kerja,” jelasnya.

Meski demikian, Ahmad Labib mengingatkan pentingnya pengawasan dalam implementasi program agar berjalan optimal. Ia menilai potensi penyimpangan harus diantisipasi dengan sistem dan regulasi yang kuat.

Baca Juga :  LaNyalla Puji Disertasi AHY di Ujian Terbuka, Fokus pada SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

“Dalam pelaksanaan tentu ada tantangan, termasuk potensi penyimpangan. Karena itu, pengawasan dan tata kelola yang baik menjadi kunci agar program ini benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tambahnya.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis semakin meningkat, sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam mendukung keberhasilan program menuju Indonesia Emas 2045.(das)

No More Posts Available.

No more pages to load.