Pemkab Sidoarjo Percepat Normalisasi Sungai, Tekan Risiko Banjir di Titik Rawan

oleh -805 Dilihat

KILASJATIM.COM, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mempercepat normalisasi sungai dan saluran air sebagai langkah strategis untuk menekan risiko banjir. Pengerukan dilakukan secara masif di sejumlah titik rawan yang mengalami pendangkalan serta penumpukan sampah dalam beberapa hari terakhir.

Upaya ini merupakan bagian dari penanganan terpadu dari hulu hingga hilir. Sejumlah lokasi yang menjadi prioritas antara lain anak afvour Kemambang di Kelurahan Urangagung, saluran Purboyo di Desa Kepuhkemiri, Kecamatan Tulangan, saluran MK Dungus di Kecamatan Sukodono, serta saluran Ketawang di Desa Jumputrejo.

Normalisasi juga dilakukan di saluran Kedungkampil, Desa Kedungsolo, Kecamatan Porong, serta saluran MK di Desa Keboananom, Kecamatan Gedangan.

Untuk mempercepat proses, Pemkab menurunkan alat berat guna mengeruk sedimentasi dan membersihkan tumpukan sampah yang menghambat aliran air. Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan bahwa sedimentasi dan sampah menjadi faktor utama penyebab tersumbatnya aliran sungai.

“Endapan lumpur dan sampah yang menumpuk dapat menghambat aliran air. Saat hujan deras, kondisi ini berpotensi menyebabkan sungai meluap. Karena itu, normalisasi dilakukan untuk mengembalikan kapasitas sungai,” ujar Subandi, Kamis (2/4/2026).

Sampah hasil pengerukan selanjutnya diangkut ke TPA Jabon untuk penanganan lanjutan. Menurut Subandi, kondisi sungai yang dangkal selama ini memperlambat aliran air dan memicu genangan, khususnya di kawasan permukiman padat.

“Dengan pengerukan dan pembersihan, aliran air menjadi lebih lancar sehingga risiko genangan dapat ditekan,” katanya.

Selain pengendalian banjir, normalisasi sungai juga berkontribusi terhadap perbaikan kualitas lingkungan. Tumpukan sampah yang mencemari aliran air dinilai mengancam ekosistem serta kesehatan masyarakat.

Baca Juga :  Kredit Macet Fintech Didominasi Anak Muda, Ketua DPD RI Tekankan Pentingnya Edukasi Keuangan

“Jika sungai bersih, kualitas air ikut membaik dan ekosistem tetap terjaga. Ini penting untuk keberlanjutan lingkungan,” imbuhnya.

Upaya ini juga diharapkan mampu mencegah pendangkalan lanjutan akibat sedimentasi serta melindungi infrastruktur di sekitar aliran sungai, seperti jembatan, tanggul, dan permukiman warga.

Subandi menekankan bahwa keberhasilan program normalisasi sangat bergantung pada peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai.

“Tanpa dukungan masyarakat, upaya ini tidak akan maksimal. Mari kita jaga bersama agar sungai tetap bersih dan berfungsi optimal,” pungkasnya.(TAM)

No More Posts Available.

No more pages to load.