KILASJATIM.COM. Surabaya – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) meluncurkan layanan transportasi antar kampus bertajuk Hi Unusa Shuttle (HUS) sebagai respons terhadap kebijakan pemerintah terkait transformasi budaya kerja dan energi yang diumumkan pada 31 Maret 2026. Program ini tidak hanya menjadi solusi mobilitas antar kampus, tetapi juga bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan. Melalui layanan shuttle, Unusa menargetkan efisiensi penggunaan bahan bakar, pengurangan kendaraan pribadi, serta penurunan emisi karbon di lingkungan kampus.
Rektor Unusa, Prof Tri Yogi Yuwono, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan langkah konkret kampus dalam berkontribusi terhadap agenda global. “Melalui program ini, Unusa tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga memperkuat peran sebagai agen perubahan dalam pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam efisiensi energi dan mobilitas kampus,” terang Prof. Tri Yogi.
Ia menambahkan, program ini juga mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada aspek energi bersih, kota berkelanjutan, dan penanganan perubahan iklim, sekaligus memperkuat posisi Unusa dalam penilaian THE Impact Rankings.
Pada tahap awal, Hi Unusa Shuttle dioperasikan dalam skema uji coba menggunakan satu unit kendaraan yang melayani rute kampus A, B, dan C dengan jadwal tertentu. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk mengukur tingkat penggunaan layanan, potensi pengurangan kendaraan pribadi, serta efisiensi energi dan biaya operasional.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar pengembangan layanan, termasuk kemungkinan penambahan armada dan integrasi sistem transportasi kampus yang lebih luas. Unusa juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk beralih ke transportasi bersama sebagai bagian dari budaya hemat energi.
Dengan peluncuran ini, Unusa menegaskan komitmennya dalam mengembangkan konsep green campus dan smart mobility, sekaligus memperkuat peran sebagai perguruan tinggi yang adaptif dan inovatif dalam menjawab tantangan lingkungan.(tok)
