FK Unusa–Universiti Malaya Soroti Penanganan Stroke Komprehensif

oleh -267 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Tren peningkatan kasus stroke pada usia produktif menjadi perhatian serius dunia kesehatan. Menyikapi hal tersebut, Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK Unusa) berkolaborasi dengan Universiti Malaya menggelar webinar internasional bertajuk: From Spasticity to Contracture: A Practical Neuromuscular–Musculoskeletal Approach to Stroke.

Webinar ini menghadirkan pakar rehabilitasi medik untuk membahas penanganan stroke secara komprehensif, mulai dari pencegahan komplikasi seperti spastisitas hingga kontraktur yang berpotensi menyebabkan disabilitas jangka panjang. Forum ini juga menjadi wadah kolaborasi akademik internasional dalam penguatan pendekatan multidisiplin.

Dekan FK Unusa, Prof. Budi Santoso, menegaskan pentingnya penanganan stroke secara holistik, terutama di tengah meningkatnya kasus pada usia produktif. “Peningkatan kasus stroke pada usia produktif berdampak besar pada kualitas hidup dan produktivitas masyarakat. Melalui forum ini, kami ingin memperkaya wawasan tenaga kesehatan dalam penanganan stroke secara komprehensif, dari pencegahan komplikasi hingga rehabilitasi,” terang Prof. Budi.

Associate Professor Anand Samugam dari Universiti Malaya menyoroti pentingnya pendekatan terintegrasi dalam rehabilitasi pasien stroke. “Pendekatan neuromuskular dan muskuloskeletal harus dilakukan secara terpadu agar pasien tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga memiliki kualitas hidup yang optimal,” kata Anand.

Dalam sesi utama, Chung Tze Yang menekankan pentingnya intervensi dini untuk mencegah komplikasi lanjutan. “Spastisitas yang tidak ditangani dengan baik dapat berkembang menjadi kontraktur permanen. Intervensi sejak dini menjadi kunci dalam rehabilitasi pasien stroke,” jelasnya.

Sakinah Sabirin menambahkan bahwa rehabilitasi harus bersifat personal dan berkelanjutan. “Setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda, sehingga strategi rehabilitasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan fungsional dan kualitas hidup masing-masing,” tuturnya.

Sementara itu, Dr. Rita Vivera Pane menegaskan pentingnya kolaborasi lintas tenaga kesehatan dalam penanganan stroke di Indonesia. “Sinergi antara dokter, fisioterapis, dan tenaga kesehatan lainnya sangat menentukan keberhasilan rehabilitasi serta pencegahan disabilitas jangka panjang,” kata Dr. Rita.

Baca Juga :  Wisuda ke-45, Umsida Kukuhkan 1.083 Lulusan Siap Bersaing di Kancah Global

Melalui kegiatan ini, FK Unusa memperkuat kapasitas tenaga kesehatan sekaligus mendorong kolaborasi global dalam penanganan stroke, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan.(tok)