KILASJATIM.COM, Gresik – Persiapan kesehatan calon jemaah haji tak hanya soal vaksinasi. Perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah perempuan agar dapat menjalankan ibadah dengan lancar, terutama saat puncak haji di Arafah.
Hal ini disampaikan dokter Puskesmas Industri Gresik, dr. Dwi Puspitasari, usai pelaksanaan vaksinasi terhadap sekitar 60 calon jemaah haji.
Menurutnya, salah satu aspek krusial bagi jemaah perempuan adalah pengaturan siklus menstruasi agar tidak mengganggu rangkaian ibadah.
“Persiapan harus dilakukan sejak satu bulan sebelum keberangkatan, termasuk menjaga kondisi tubuh agar tidak stres dan kelelahan,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, jemaah dengan kondisi tertentu disarankan berkonsultasi ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Sementara bagi yang tidak memiliki keluhan khusus, penggunaan pil kontrasepsi dapat menjadi opsi dengan pengawasan medis.
“Penggunaan pil sebaiknya dimulai lebih awal agar kondisi hormonal stabil saat puncak ibadah,” jelasnya.
Selain itu, fasilitas kesehatan juga menyiapkan obat untuk mengantisipasi gangguan seperti perdarahan ringan selama pelaksanaan haji.
Berdasarkan pengalaman lapangan, kondisi jemaah perempuan bervariasi. Namun, dengan penanganan yang tepat, gangguan kesehatan dapat diminimalkan sehingga ibadah tetap berjalan optimal.
Di sisi lain, vaksinasi tetap menjadi syarat utama, meliputi meningitis dan polio, serta vaksin COVID-19 sebagai pelengkap.
Dengan persiapan menyeluruh, jemaah diharapkan dapat menjalankan ibadah haji dengan aman, nyaman, dan tanpa kendala kesehatan berarti.(FRI/cit)




