Angin 23 Knot Hambat Kapal di Ketapang, Arus Balik Tetap Jalan

oleh -301 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Ilustrasi (Foto: dok/Istimewa)

KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Arus balik di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, berpotensi mengalami keterlambatan seiring kondisi cuaca yang belum stabil. Angin kencang hingga 23 knot menjadi salah satu faktor yang dapat menghambat penyeberangan di lintasan Jawa-Bali.

Pada H+4 Lebaran, Kamis (26/3/2026), tercatat 43.963 penumpang menyeberang dari Ketapang menuju Gilimanuk. Jumlah ini diperkirakan masih akan meningkat dalam beberapa hari ke depan seiring puncak arus balik.

Namun, kondisi cuaca dalam dua hari terakhir mempengaruhi operasional di pelabuhan. Kecepatan angin yang mencapai 23 knot atau sekitar 42 km/jam membuat sejumlah kapal kesulitan saat bersandar.

“Angin kencang menyebabkan proses sandar kapal tidak optimal,” ujar Koordinator Satuan Pelayanan Pelabuhan Ketapang, Bayu Kusumo Nugroho, Jumat (27/3/2026).

Dampaknya, waktu bongkar muat kapal bertambah 10 hingga 15 menit dari kondisi normal sekitar 30 menit. Meski masih dalam batas toleransi, keterlambatan ini berpotensi memicu antrean jika volume kendaraan terus meningkat.

Pihak pelabuhan menyebut operasional tetap berjalan dengan penyesuaian di lapangan. Kapasitas angkut dioptimalkan untuk menjaga kelancaran arus penyeberangan.

Koordinasi intensif juga dilakukan dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca yang dievaluasi setiap tiga jam. Jika kecepatan angin meningkat hingga 30 knot, pelayaran berpotensi ditunda demi keselamatan.

Dari sisi kendaraan, sepeda motor yang menyeberang tercatat 7.635 unit dan mobil 4.882 unit, keduanya mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Sebaliknya, truk meningkat menjadi 1.065 unit, menunjukkan tingginya pergerakan logistik.

Dengan masih adanya potensi lonjakan arus balik dan kondisi cuaca yang dinamis, pengguna jasa diimbau datang lebih awal dan mengikuti arahan petugas guna menghindari keterlambatan perjalanan.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.