KILASJATIM.COM, Surabaya – Selain siagakan 7.088 petugas dan 1.1888 tempat tidur mengantisipasi lonjakan korban kecelakaan saat arus mudik lebaran 2026. RSUD Dr Soetomo juga mengantisipasi kenaikan pasien denga penyakit metabolik yang disebabkan pola makan.
Direktur Utama RSUD Dr Soetomo Prof. Dr. dr. Cita Rosita SpKK(K) mengungkapkan, masa mudik sering dikaitkan dengan risiko kecelakaan lalu lintas. Namun, data RSUD Dr Soetomo justru menunjukkan pola berbeda. Lonjakan pasien saat libur Lebaran lebih banyak disebabkan penyakit metabolik dan gangguan kesehatan non-kecelakaan.
Cita menyebut beberapa penyakit yang paling sering muncul saat libur Lebaran antara lain kelainan darah, diabetes, hipertensi, gangguan elektrolit, serta gangguan pencernaan seperti diare dan muntah.
“Kasus terbanyak justru penyakit metabolik, bukan kecelakaan,” ujarnya dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (17/3/2026).
Data kunjungan Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada libur Lebaran 2025 mencatat 546 pasien dewasa dan 147 pasien usia 1–18 tahun. Salah satu kasus yang paling banyak adalah gangguan metabolisme protein plasma dengan total 210 pasien selama periode tersebut.
Lonjakan penyakit metabolik itu umumnya dipicu perubahan pola makan selama Lebaran, terutama konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak secara berlebihan.
“Misalnya penderita hipertensi banyak makan makanan asin, penderita diabetes makan manis berlebihan. Ada juga makanan yang tidak layak konsumsi sehingga memicu diare atau muntah,” kata Cita.
Karena itu, masyarakat diimbau tetap menjaga pola makan selama libur Lebaran agar kondisi kesehatan tetap stabil.(cit)




