KILASJATIM.COM, Surabaya — Ramadan selalu punya caranya sendiri untuk mempertemukan banyak hati dalam satu meja yang sama. Kali ini, kehangatan itu datang dari The People’s Cafe Surabaya–Sidoarjo berkolaborasi dengan WePose Indonesia dalam sebuah kegiatan CSR yang berlangsung Sabtu pekan lalu.
Bertempat di kawasan Wonokromo – Sidoarjo, kegiatan ini menyasar anak-anak yang tinggal di pinggir rel kereta—yang juga merupakan anak-anak binaan WePose Indonesia.
Melalui kolaborasi ini, The People’s Cafe di UNIMAS District Sidoarjo dan Pakuwon Mall Surabaya menghadirkan rangkaian aktivitas berbagi yang sederhana namun bermakna. Sebanyak 50 paket snack dan 50 paket sembako dibagikan untuk membantu kebutuhan harian, serta 70 paket makanan berbuka puasa yang disiapkan khusus agar momen iftar terasa lebih hangat dan layak dinikmati bersama.
Menu yang dibagikan adalah Ayam Pop Bukit Tinggi, salah satu menu spesial Ramadan dari The People’s Cafe yang menghadirkan cita rasa khas Minangkabau dengan ayam yang lembut dan gurih, dipadukan dengan sambal yang kaya rasa.
Di tengah hiruk pikuk kota, ada cerita-cerita kecil yang sering terlewatkan. Anak-anak di kawasan pinggir rel ini tumbuh dengan semangat yang sama besarnya seperti anak-anak lainnya—penuh mimpi, tawa dan harapan. Melalui kegiatan ini, The People’s Cafe ingin hadir lebih dekat, tidak hanya sebagai tempat makan, tetapi sebagai bagian dari komunitas yang saling menguatkan.
Cendyarani, President Director ISMAYA Group, menyampaikan bahwa Ramadan menjadi momen refleksi sekaligus kesempatan untuk berbagi dengan lebih tulus.
“Di ISMAYA Group, kami percaya bahwa kehadiran brand tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari dampak yang bisa kami berikan untuk sekitar. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mempererat kebersamaan dan
menunjukkan bahwa perhatian kecil bisa berarti besar bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Cendyarani.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan ISMAYA Group melalui brand-brandnya untuk terus terlibat aktif dalam inisiatif sosial di berbagai kota. Bagi The People’s Cafe, kebersamaan bukan hanya tentang duduk di satu meja, tetapi juga tentang memastikan lebih banyak orang bisa merasakan hangatnya momen berbuka—di mana pun mereka berada. Karena pada akhirnya, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang berbagi rasa, berbagi cerita, dan berbagi harapan. (nov)


