Titik Rawan Kemacetan, Jam Favorit Pemudik Hingga Rekayasa Lalin Sudah Diprediksi Demi Mudik Lancar

oleh -405 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Ilustrasi (Foto: dok kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Jakarta – Kepolisian memetakan sejumlah titik rawan kemacetan menjelang arus mudik Lebaran 2026. Pemetaan dilakukan seiring prediksi lonjakan mobilitas masyarakat yang diperkirakan mencapai 143,9 juta perjalanan selama periode Idul Fitri.

Sekitar 52 persen pemudik diprediksi menggunakan kendaraan pribadi. Kondisi ini berpotensi memicu kepadatan di sejumlah ruas jalan utama, terutama jalur tol dan jalan arteri yang menghubungkan kawasan Jabodetabek dengan berbagai daerah di Pulau Jawa.

Direktorat Penegakan Hukum Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri) menyebut beberapa titik perlu mendapat perhatian karena berpotensi memicu perlambatan kendaraan.

Dirgakkum Korlantas Polri Faizal mengatakan kepadatan biasanya terjadi akibat pertemuan arus kendaraan, penyempitan lajur, hingga potensi genangan saat hujan.

Daftar Titik Rawan Macet Mudik 2026

Beberapa lokasi yang diperkirakan rawan kemacetan saat mudik antara lain:

KM 47–49 Tol Jakarta–Cikampek, pertemuan arus kendaraan dengan Jalan Layang MBZ.

KM 110 Tol Jakarta–Cikampek, terjadi penyempitan lajur dari tiga menjadi dua jalur.

Gerbang Tol Kalihurip dan kawasan Pasteur, akses utama menuju Bandung.

Nagreg dan Limbangan, jalur selatan Jawa Barat yang kerap padat.

Gerbang Tol Kalikangkung dan kawasan Jatingaleh, simpul kendaraan menuju Jawa Tengah.

KM 50 Tol Jakarta–Merak arah Pelabuhan Merak, yang rawan genangan saat hujan.

Menurut Faizal, titik-titik tersebut kerap menjadi lokasi perlambatan kendaraan ketika volume lalu lintas meningkat pada masa mudik.

Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Untuk mengantisipasi kepadatan, Korlantas Polri menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas, seperti contraflow, sistem satu arah (one way) baik lokal maupun nasional, serta delay system.

Rekayasa tersebut akan diterapkan secara dinamis dengan memanfaatkan teknologi pemantauan lalu lintas secara real time.

Baca Juga :  Korlantas Polri Gelar Operasi Keselamatan Jelang Mudik Lebaran 2026

“Penggunaan cara bertindak ini menggunakan teknologi traffic counting untuk memantau volume kendaraan,” kata Faizal.

Ia menjelaskan, rekayasa lalu lintas akan diberlakukan jika volume kendaraan meningkat signifikan, misalnya dari sekitar 5.500 menjadi 6.500 kendaraan per jam di suatu ruas jalan.

Selain itu, kepolisian juga membatasi operasional kendaraan berat selama Operasi Ketupat. Truk dengan tiga sumbu atau lebih dilarang melintas, kecuali kendaraan yang mengangkut kebutuhan pokok, bahan bakar, dan bantuan bencana.

Waktu Favorit Pemudik

Korlantas Polri juga mencatat dua waktu yang paling sering dipilih masyarakat untuk memulai perjalanan mudik, yakni malam hari setelah salat tarawih dan pagi hari setelah salat subuh.

Karena itu, masyarakat disarankan memilih waktu keberangkatan alternatif agar tidak terjebak kepadatan pada jam yang sama.

Polisi memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 terjadi dalam dua gelombang, yaitu 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026.

Sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret dan gelombang kedua pada 28–29 Maret 2026.

Korlantas Polri mengimbau masyarakat mempersiapkan perjalanan dengan baik dan terus memantau informasi lalu lintas untuk menghindari kemacetan selama masa mudik Lebaran.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.