Luncurkan Program Tiket Mudik Berdampak, UMSURA Diskon Pendaftaran Kuliah

oleh -381 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) hadirkan program unik bagi calon mahasiswa baru dengan memberikan potongan biaya pendaftaran hingga 50 persen bagi masyarakat yang menukarkan tiket perjalanan mudik Lebaran. Program tersebut diberi nama Tiket Berdampak. Melalui program ini, masyarakat yang baru kembali dari kampung halaman dapat menukarkan tiket perjalanan mudik mereka untuk mendapatkan diskon saat mendaftar kuliah di UMSURA.

Rektor UMSURA, Prof. Mundakir, mengatakan program ini menjadi bentuk apresiasi terhadap tradisi mudik yang sarat nilai silaturahmi sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat. “Kami memberikan peluang kepada masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Timur, yang telah melaksanakan mudik untuk menukarkan tiket mudiknya saat mendaftar di kampus UM Surabaya,” terang Mundakir, Minggu (15/3/2026).

Penukaran tiket dapat dilakukan secara langsung di kampus pada periode 13 hingga 23 April 2026. Setelah tiket ditukarkan, calon mahasiswa tetap dapat menggunakan potongan biaya tersebut hingga batas akhir pendaftaran pada 30 April 2026.

Mundakir menjelaskan program ini tidak membatasi jenis moda transportasi yang digunakan saat mudik. Semua jenis tiket perjalanan dapat ditukarkan selama berkaitan dengan perjalanan mudik Lebaran. “Tiket apa saja boleh, pesawat, bus, kereta api, kapal, semuanya bisa. Program ini juga berlaku untuk umum, untuk semua calon mahasiswa baru,” jelasnya.

Menurutnya, semangat mudik mencerminkan nilai kebersamaan dan kekeluargaan yang kuat dalam masyarakat Indonesia. “Spirit orang yang mudik itu adalah spirit silaturahmi, kembali ke kampung halaman, bertemu keluarga dan teman masa kecil. Itu momen yang baik dan perlu kita apresiasi,” tambah Mundakir.

Program Tiket Berdampak ini merupakan inisiatif pertama yang dilakukan oleh UM Surabaya. Pihak kampus berharap program tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. “Kami tidak membatasi kuota. Targetnya sebanyak-banyaknya masyarakat bisa memanfaatkan kesempatan ini,” pungkas Mundakir.(tok)