KILASJATIM.COM, Surabaya – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar program mudik gratis bagi sivitas akademika untuk menyambut momen Lebaran. Sebanyak 27 armada bus diberangkatkan menuju berbagai kota di Pulau Jawa dari kampus ITS pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa serta sivitas akademika ITS yang ingin pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman. Rektor ITS, Bambang Pramujati, mengatakan kegiatan mudik gratis tersebut merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun.
“Kegiatan ini merupakan bukti komitmen ITS dalam menghadirkan perjalanan mudik yang aman dan nyaman bagi sivitas,” ujarnya.
Bambang menjelaskan, program mudik gratis tahun ini diikuti sebanyak 1.180 peserta. Jumlah tersebut meningkat sekitar 32 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Menurutnya, peningkatan jumlah peserta tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang turut berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut. Program ini terselenggara melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Ikatan Orang Tua Mahasiswa ITS (IKOMA), Ikatan Alumni ITS (IKA ITS), serta dukungan dari Bank Syariah Indonesia dan Bank Negara Indonesia.
Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Ainur Rofiq Ama, menilai program mudik gratis seperti yang digelar ITS sangat membantu masyarakat, khususnya mahasiswa yang ingin pulang kampung menjelang Lebaran.
“Program mudik gratis mendukung mobilitas masyarakat yang aman, nyaman, dan terjangkau,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga berperan dalam membantu mengurai kepadatan transportasi saat arus mudik. Selain itu, program ini dinilai mampu mengurangi potensi penumpukan kendaraan di jalan raya menjelang hari raya.
Rofiq menyebutkan, program mudik gratis ITS tahun ini mencakup 19 rute perjalanan dengan total 27 armada bus yang diberangkatkan menuju berbagai kota di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
Menurutnya, jumlah rute menuju wilayah Jawa Tengah mengalami penambahan dibandingkan tahun sebelumnya. “Wilayah ini bertambah dua rute dari tahun sebelumnya yang hanya tiga rute,” katanya.
Salah satu peserta mudik gratis, mahasiswa asal Jabodetabek, Ahmad Maulana, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut.
“Program ini menghemat biaya perjalanan dan sangat membantu mahasiswa untuk pulang ke kampung halaman,” ujarnya.




