Polda Jatim Petakan Titik Rawan Macet dan Laka Jelang Mudik Lebaran

oleh -568 Dilihat
Oleh
Frizal
Reporter

KILASJATIM.COM, Surabaya – Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur memetakan sejumlah titik rawan kemacetan, kecelakaan lalu lintas, hingga titik lelah pengemudi menjelang arus mudik Lebaran. Pemetaan ini dilakukan untuk memastikan perjalanan pemudik berlangsung aman dan lancar.

Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur, Iwan Saktiadi, mengatakan pengamanan mudik selalu menjadi fokus utama kepolisian setiap tahun, terutama selama bulan Ramadan hingga Idulfitri.

“Pengamanan ini tidak hanya soal perjalanan masyarakat, tetapi juga bagian dari perjalanan spiritual umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa hingga merayakan Idulfitri bersama keluarga,” ujar Iwan.

Pemetaan titik rawan dilakukan sejak sebulan terakhir melalui survei bersama sejumlah instansi terkait, seperti Jasa Marga, dinas pekerjaan umum, pemerintah daerah, serta dinas perhubungan.

Survei dilakukan di berbagai ruas jalan arteri maupun jalan tol di wilayah Jawa Timur. Fokus pemetaan mencakup tiga potensi gangguan utama, yakni kemacetan, kecelakaan lalu lintas, dan titik lelah pengemudi.

Untuk jalur arteri, polisi memetakan sejumlah kawasan strategis, mulai jalur Pantura, jalur tengah, jalur selatan, kawasan Tapal Kuda, hingga wilayah timur Jawa Timur.

Salah satu jalur yang mendapat perhatian khusus adalah ruas arteri di Tuban yang berbatasan langsung dengan Rembang, Jawa Tengah.

Jalur tersebut selama ini menjadi lintasan utama kendaraan logistik, terutama kendaraan berat yang tidak menggunakan jalan tol.

“Di wilayah Tuban ada sekitar 25 titik rawan kecelakaan yang kami petakan, mulai perbatasan Rembang hingga jalur menuju Lamongan dan Bojonegoro,” kata Iwan.

Selain itu, potensi kemacetan juga dipicu hambatan samping, salah satunya aktivitas pasar tumpah.

Di wilayah Pulau Madura, polisi mencatat terdapat sekitar delapan titik pasar tumpah yang berpotensi mengganggu kelancaran arus mudik. Lokasi tersebut telah dikoordinasikan dengan satuan lalu lintas di tingkat polres untuk dilakukan penanganan lebih awal.

Baca Juga :  Sabrina Vanesha De Vega Kenang Sosok Engkong Trisvendy Wijaya Seorang Legiun Veteran Republik Indonesia

Selain jalur rawan macet dan kecelakaan, polisi juga memetakan titik lelah pengemudi, khususnya di ruas tol dengan jarak tempuh panjang di Jawa Timur.

Menurut Iwan, terdapat sekitar 27 rest area di sepanjang ruas tol Jawa Timur, baik di jalur A maupun B. Rest area tersebut terdiri dari tipe A, B, dan C yang dibedakan berdasarkan fasilitasnya.

“Seluruh rest area sudah kami cek sejak sebulan lalu dan kondisinya siap digunakan pemudik untuk beristirahat,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat, kepolisian juga akan memfungsikan ruas tol baru yang menghubungkan Paiton hingga Situbondo.

Tol sepanjang sekitar 26,6 kilometer tersebut akan dibuka secara terbatas selama masa arus mudik.

“Tol fungsional Paiton–Situbondo akan dibuka pukul 06.00 hingga 16.00 WIB selama Operasi Ketupat karena masih ada beberapa infrastruktur yang belum sepenuhnya lengkap,” pungkasnya. (FRI) 

No More Posts Available.

No more pages to load.