KILASJATIM.COM, Jakarta – Korlantas Polri menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama arus mudik Lebaran 2026. Skema yang disiapkan antara lain one way, contraflow, pengalihan arus hingga ganjil genap di sejumlah jalur utama.
Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Aries mengatakan rekayasa lalu lintas tersebut disiapkan untuk mengurai potensi kemacetan selama periode mudik.
“Rekayasa lalu lintas yang dilakukan antara lain one way, one way lokal, contraflow, pengalihan arus, delaying system, serta ganjil genap terutama di lokasi wisata,” kata Aries dalam keterangannya di Jakarta yang dikutip, Jumat (13/3/2026).
Pengaturan lalu lintas juga difokuskan di kawasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk, jalur utama penghubung Jawa dan Bali.
Menurut Aries, pihaknya telah melakukan Tactical Floor Game (TFG) bersama seluruh Direktur Lalu Lintas dari berbagai wilayah untuk mematangkan skenario pengamanan.
Dalam skema tersebut, kendaraan dari Jawa menuju Bali melalui Pelabuhan Ketapang akan dihentikan sementara mulai 18 Maret 2026 pukul 17.00 WIB.
Sementara kendaraan yang keluar dari Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk akan ditutup mulai pukul 05.00 WIB.
Korlantas juga memetakan potensi kepadatan melalui simulasi bersama Kementerian Perhubungan dan pengelola jalan tol.
Aries memprediksi puncak arus mudik pertama terjadi pada 16–17 Maret 2026, seiring penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara.
Sedangkan puncak arus mudik kedua diperkirakan terjadi pada 18–19 Maret 2026.
Untuk arus balik, kepadatan diprediksi berlangsung pada 20–25 Maret 2026, dengan puncak kedua pada 28–29 Maret 2026.
Menurut Aries, kebijakan WFA dinilai dapat membantu mengurangi penumpukan kendaraan dalam waktu bersamaan.
Selain rekayasa lalu lintas, Korlantas juga menyiapkan pemanfaatan sejumlah ruas tol baru secara fungsional saat arus balik.
Salah satunya Tol Jakarta–Cikampek II Selatan yang diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan kendaraan di sekitar Cikampek, terutama di titik pertemuan arus kendaraan dari arah Bandung.
“Ruas ini cukup membantu saat arus balik karena kendaraan biasanya bertumpuk di kawasan Cikampek,” ujar Aries.
Selain itu, pembatasan kendaraan sumbu tiga juga tetap diterapkan untuk meningkatkan keselamatan di jalur mudik.
Menurut Aries, kebijakan tersebut sebelumnya terbukti membantu menurunkan angka fatalitas kecelakaan hingga 31 persen, meski upaya menuju zero accident masih terus diupayakan.
Dengan berbagai skema tersebut, Korlantas berharap arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih lancar dan aman bagi masyarakat.(cit)




