Polda Jatim Kerahkan 16.326 Personel untuk Pengamanan Ramadan-Lebaran

oleh -343 Dilihat
Oleh
Frizal
Reporter
Iluustrasu (Foto: Frizal/dok kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Polda Jawa Timur menyiagakan 16.326 personel gabungan untuk mengamankan rangkaian kegiatan Ramadan hingga Idulfitri 2026. Kesiapan itu ditandai dengan apel gelar pasukan yang digelar di Lapangan Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis (12/3/2026).

Apel dipimpin langsung Kapolda Jatim Irjen Pol. Nanang Avianto sebagai bagian dari persiapan operasi pengamanan menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat selama Ramadan dan Lebaran.

Nanang mengatakan pengamanan disusun berdasarkan evaluasi operasi sebelumnya agar pelaksanaan tahun ini lebih optimal.

“Dari evaluasi itu kita melihat apa yang perlu diperbaiki sehingga operasi pengamanan tahun ini bisa berjalan lebih baik,” ujarnya.

Polda Jatim kerahkan 16 ribu pasukan untuk pengamanan selama lebaran 2026. (Foto: Frizal/kilasjatim)

Selama Ramadan hingga Lebaran, aktivitas masyarakat diperkirakan meningkat tajam. Mulai dari ibadah tarawih, arus mudik, malam takbiran, salat Idulfitri, halal bihalal hingga rekreasi keluarga setelah Lebaran.

Karena itu, aparat memastikan pengamanan maksimal agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

“Mobilitas masyarakat sangat tinggi selama Ramadan sampai Lebaran. Semua kegiatan itu harus kita siapkan pengamanannya,” kata Nanang.

Untuk mendukung operasi tersebut, Polda Jatim mengerahkan 16.326 personel gabungan. Rinciannya terdiri dari 9.609 personel Polri, 1.313 personel TNI, serta 5.404 personel dari instansi terkait seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan.

Selain personel, aparat juga menyiapkan 238 pos pengamanan yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur. Pos tersebut terdiri dari 172 pos pengamanan, 45 pos pelayanan, dan 21 pos terpadu.

Seluruh pos akan difungsikan untuk mengamankan sekitar 20.097 titik fokus pengamanan, mulai dari tempat ibadah, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, jalur mudik, objek wisata hingga lokasi keramaian lainnya.

Kapolda menambahkan, aparat juga telah memetakan sejumlah potensi kerawanan selama Ramadan hingga Lebaran. Di antaranya ancaman terorisme, balap liar, peredaran narkoba, konflik terkait pembayaran THR, hingga potensi bencana hidrometeorologi.

Baca Juga :  Jelang Libur Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Buka Pemesanan Tiket H-45

Selain itu, pengamanan juga mencakup perayaan Hari Raya Nyepi yang waktunya berdekatan dengan Idulfitri tahun ini.

“Semua potensi kerawanan sudah kita petakan dan kita antisipasi melalui penggelaran pasukan ini,” tegasnya.

Nanang berharap masyarakat ikut berperan menjaga keamanan selama Ramadan hingga Lebaran agar situasi tetap kondusif hingga arus balik selesai.

“Dengan saling mengingatkan, kita bisa menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi semua,” pungkasnya.(FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.