KILASJATIM.COM, Situbondo – Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar, mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying atau pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan menyusul kabar kelangkaan BBM yang dikaitkan dengan dampak konflik Amerika–Israel dengan Iran.
Imbauan tersebut disampaikan setelah muncul antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Situbondo sejak pagi hingga dini hari. Antrean terlihat di beberapa SPBU di sepanjang jalur pantura karena masyarakat khawatir stok BBM akan habis atau harganya melonjak secara tiba-tiba.
“Tidak perlu panik apalagi sampai panic buying. Berdasarkan pemantauan dan pengecekan langsung anggota kami di lapangan, stok BBM di wilayah Situbondo sangat aman,” kata AKBP Bayu Anuwar, Rabu (11/3/2026).
Kapolres memastikan ketersediaan BBM di Situbondo masih mencukupi hingga setelah Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan.
Menurutnya, distribusi BBM dari Pertamina Banyuwangi ke wilayah Situbondo berjalan lancar sehingga tidak ada kekhawatiran akan terjadinya kekurangan pasokan.
“Suplai dari Pertamina Banyuwangi untuk Situbondo lancar. Tidak akan ada kekurangan atau lonjakan harga,” tegasnya.
Selain itu, Kapolres juga memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan situasi dengan melakukan penimbunan BBM demi meraup keuntungan.
“BBM adalah komoditas strategis yang diatur negara. Jadi jangan sampai ada pihak yang mengambil kesempatan melakukan penimbunan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa negara telah menetapkan aturan tegas terkait distribusi dan penyimpanan BBM. Setiap bentuk penimbunan atau manipulasi distribusi BBM akan ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.
“Kami akan tindak tegas dan berimplikasi pada hukuman pidana yang berat jika ada yang melakukan penimbunan BBM,” tegasnya.
Polres Situbondo juga akan terus melakukan pemantauan di sejumlah SPBU guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tidak terjadi praktik penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi oleh oknum tertentu.(wan)

