TPS3R Karetan Banyuwangi Capai Progres 40,95 Persen, Target Beroperasi September 2026

oleh -536 Dilihat

KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R) berskala besar di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, telah mencapai progres 40,95 persen. Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi pada September 2026.

TPS3R Karetan merupakan bagian dari program Banyuwangi Hijau yang digagas Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk memperkuat pengelolaan sampah berkelanjutan. Pembangunan fasilitas tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan perusahaan asal Austria, Borealis, dalam kerangka Project STOP, sebuah inisiatif pengelolaan sampah internasional yang didirikan Borealis bersama Systemiq pada 2017.

Fasilitas yang dibangun di atas lahan seluas 4,8 hektare ini dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 160 ton sampah per hari. Jika telah beroperasi penuh, TPS3R Karetan akan melayani 38 desa yang tersebar di enam kecamatan, yakni Bangorejo, Cluring, Pesanggaran, Purwoharjo, Siliragung, dan Tegaldlimo.

Kapasitas tersebut setara dengan penanganan sampah dari sekitar 362 ribu penduduk atau sekitar 100 ribu rumah tangga setiap harinya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pembangunan fasilitas ini bertujuan untuk mengendalikan timbulan sampah, terutama sampah plastik, melalui proses pemilahan dan pengolahan yang lebih sistematis.

“Pembangunan fasilitas ini merupakan upaya untuk mengendalikan sampah, khususnya plastik, dengan cara memilah dan kemudian mengolahnya,” ujar Ipuk, Selasa (10/3/2026).

Selain berdampak pada pengelolaan lingkungan, keberadaan TPS3R tersebut juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Keberadaan TPS ini bisa menjadi solusi permasalahan sampah sekaligus menjadi stimulus untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi. Dengan kapasitas yang besar, TPS ini juga dapat menyerap banyak tenaga kerja sehingga warga sekitar dapat merasakan manfaatnya,” katanya.

TPS3R Karetan nantinya akan dilengkapi sistem khusus untuk mempermudah pemilahan material yang dapat didaur ulang, sampah organik, serta residu. Sampah yang dapat didaur ulang dan sampah organik akan diproses langsung di lokasi, sementara residu akan ditangani melalui saluran pengolahan lanjutan di luar fasilitas.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Sambut Baik Kehadiran Western Sydney University Di Surabaya,

Dengan sistem tersebut, pemerintah daerah berharap pengelolaan sampah di Banyuwangi dapat berjalan lebih terintegrasi sekaligus mendukung terciptanya siklus ekonomi sirkular dari pengolahan sampah.(zul)

No More Posts Available.

No more pages to load.