Arus Mudik ke Jatim Diprediksi 24,9 Juta Orang, Ini Persiapannya

oleh -621 Dilihat
Oleh
Frizal
Reporter
Kofifah saat memimpin Rapat Koordinasi Ips Ketupat di Mapolda Jatim. (Foto: dok Humas Pemprov Jatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Sekitar 24,9 juta orang akan masuk ke wilayah Jatim selama arus mudik Lebaran 2026. Jumlah tersebut setara dengan 17,3 persen dari total pemudik nasional.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan lonjakan mobilitas tersebut harus diantisipasi dengan kesiapan transportasi, pengamanan, hingga layanan kesehatan.

“Sebanyak 24,9 juta orang diperkirakan akan masuk ke Jawa Timur. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 17–18 Maret 2026, sedangkan arus balik pada 27 Maret 2026,” kata Khofifah saat Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Semeru 2026 di Polda Jatim, Surabaya yang dikutip pada Selasa (10/3/2026).

Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik, pemerintah menyiapkan berbagai moda transportasi di Jawa Timur.

Total armada yang disiagakan meliputi 6.637 bus, 148 rangkaian kereta api, 302 pesawat, 55 kapal laut, serta 71 kapal penyeberangan dengan total 241 perjalanan.

Selain itu, jumlah penumpang angkutan umum selama masa Lebaran diperkirakan mencapai 7,7 juta orang, naik sekitar 5,19 persen dibandingkan tahun 2025.

Pemprov Jatim juga membuka posko Angkutan Lebaran untuk memantau pergerakan pemudik serta mengantisipasi potensi gangguan transportasi di berbagai titik.

Khusus jalur penyeberangan, pemerintah juga mengantisipasi potensi kepadatan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, terutama karena Hari Raya Nyepi 2026 pada 19 Maret bertepatan dengan periode puncak arus mudik.

Pada saat Nyepi, aktivitas keluar-masuk Pulau Bali akan dihentikan sementara sehingga arus kendaraan menuju pelabuhan perlu diatur lebih awal.

Untuk membantu mengurai kepadatan, pemerintah juga melakukan pengembangan kapasitas dermaga di Pelabuhan Jangkar.

Pengamanan arus mudik juga melibatkan 8.991 personel dari Dinas Perhubungan provinsi dan kabupaten/kota, PT Kereta Api Indonesia, serta petugas sektor laut dan penyeberangan.

Baca Juga :  Program SIKAP Jatim Libatkan 754 Sekolah, Borong Dua Rekor MURI

Di sisi layanan kesehatan, Dinas Kesehatan Jatim menyiapkan 343 dokter, 5.172 perawat, 44 tenaga kesehatan tradisional, serta 2.852 pengemudi ambulans.

Layanan darurat juga dapat diakses masyarakat melalui Public Safety Center 119 selama masa mudik.

Khofifah menegaskan koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar arus mudik dan arus balik dapat berjalan aman dan lancar.

“Koordinasi antarinstansi harus solid agar pelayanan kepada masyarakat selama mudik bisa berjalan optimal,” ujarnya.(FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.