PMI Jatim Gandeng PWI Bentuk Relawan Jurnalis Palang Merah

oleh -503 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Ketua Palang Merah Indonesia Provinsi Jawa Timur, Imam Utomo, menegaskan bahwa Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) merupakan mitra strategis bagi PMI Jatim. Karena itu, ke depan organisasi wartawan tersebut akan dilibatkan dalam berbagai agenda penting, termasuk dalam kegiatan kemanusiaan dan kebencanaan.

Hal tersebut disampaikan Imam Utomo saat menggelar buka puasa bersama pengurus PWI Jawa Timur di Kantor PMI Jatim, Rabu (4/3/2026).

Mantan Gubernur Jawa Timur dua periode (1998–2003 dan 2003–2008) itu mengatakan pihaknya tengah merancang kerja sama dengan menggagas pembentukan jaringan relawan berbasis profesi jurnalistik yang akan bergerak di sektor kepalangmerahan dan kebencanaan.

“PWI Jatim adalah mitra strategis PMI Jatim. Ide membentuk satuan relawan jurnalis palang merah di wilayah Jawa Timur harus segera diwujudkan. Bila perlu ada bimbingan teknis yang dilakukan di beberapa daerah,” ujar Imam Utomo.

Menurutnya, para jurnalis selama ini telah banyak membersamai perjalanan kariernya, mulai saat menjabat Pangdam hingga menjadi Gubernur Jawa Timur, hingga kini memimpin PMI Jatim.

“Kebersamaan dengan rekan-rekan jurnalis sangat luar biasa selama ini. Kini saya mohon juga tetap bisa membersamai PMI Jatim. Kerja sama PMI dan PWI harus dimanifestasikan secara lebih terstruktur dan terlembaga, khususnya terkait relawan jurnalis palang merah,” tegas tokoh senior Jawa Timur yang kini berusia 83 tahun tersebut.

Imam Utomo juga mengungkapkan bahwa Jawa Timur sebenarnya dijadwalkan menjadi tuan rumah Temu Karya Relawan PMI pada April 2026. Namun agenda tersebut ditunda menjadi April 2027.

Penundaan itu, menurutnya, merupakan keputusan Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla.

“Rencananya PWI Jatim akan dilibatkan lebih dalam dalam acara Temu Karya Relawan tersebut. Namun oleh Pak JK acara itu ditunda menjadi April 2027,” ungkapnya.

Baca Juga :  PSG Menang 5-4 atas Bayern, Duel Sengit 9 Gol Tercipta

Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut setiap provinsi biasanya mengirim sekitar 40 hingga 50 relawan, yang umumnya merupakan relawan senior.

“Jawa Timur juga akan mengirim relawan. Karena waktunya masih tahun depan, diharapkan relawan jurnalis palang merah yang berasal dari anggota PWI Jatim bisa ikut dalam Temu Karya tersebut,” katanya.

Dalam kegiatan buka puasa bersama itu, Imam Utomo didampingi sejumlah pengurus PMI Jatim, di antaranya Fatah Yasin (Sekretaris Dewan Kehormatan), Edi Indrayana (Wakil Ketua), dan Nur Wiyatno (Sekretaris).

Sementara dari PWI Jatim hadir Sekretaris PWI Jatim Syaiful Anam, Wakil Ketua Mahmud Suhermono, Wakil Sekretaris Sokip, serta sejumlah pengurus lainnya.

PWI Jatim Serahkan Buku Autobiografi K’Tut Tantri

Pada kesempatan tersebut, Syaiful Anam menyampaikan apresiasi sekaligus doa bagi kesehatan Imam Utomo. Ia juga menyampaikan salam dari Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim, yang berhalangan hadir karena kondisi kesehatan.

“PWI Jatim siap membersamai PMI untuk berbagai aktivitas, termasuk rencana pembentukan relawan jurnalis palang merah,” kata Syaiful.

Dalam pertemuan itu, PWI Jatim juga menyerahkan buku autobiografi karya K’Tut Tantri berjudul Revolusi di Nusa Damai kepada Imam Utomo.

Menurut Syaiful, buku tersebut menceritakan kiprah K’Tut Tantri selama berada di Indonesia, termasuk saat menjadi relawan Palang Merah Internasional sekaligus penyiar radio perjuangan pada masa pertempuran 1945 di Surabaya.

Dukungan terhadap kerja sama PMI dan PWI juga datang dari Ketua Dewan Pakar PWI Pusat, Dhimam Abroor.

Ia menyatakan gagasan Imam Utomo menjadikan PWI sebagai bagian dari agenda strategis PMI merupakan langkah positif.

“Ide beliau menjadikan PWI sebagai bagian penting dalam agenda-agenda PMI jelas kita dukung penuh, termasuk rencana pembentukan relawan jurnalis Palang Merah,” ujarnya saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama anak yatim di Sekretariat PWI Jatim, Jumat (6/3/2026).

Baca Juga :  Axa Mandiri : Pentingnya Pengelolaan Keuangan Sejak Dini Termasuk Proteksi Asuransi

Dhimam juga menyoroti pentingnya kembali mengangkat sosok K’Tut Tantri yang pernah menjadi relawan Palang Merah Internasional dan terlibat dalam radio perjuangan arek-arek Surabaya pada pertempuran 10 November 1945.

“Sayangnya figur ini kini mulai dilupakan publik Kota Surabaya, padahal perjuangannya untuk bangsa ini sangat luar biasa,” tuturnya.(dra)

No More Posts Available.

No more pages to load.