KILASJATIM.COM, Subang – Korps Lalu Lintas Polri memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 telah mencapai sekitar 95 persen. Persiapan tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas instansi menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri, Brigjen Pol Faizal, mengatakan berbagai instansi telah terlibat dalam rapat koordinasi guna memastikan pelayanan dan pengamanan perjalanan mudik berjalan optimal.
“Kesiapan pengamanan mudik 2026 yang diramu dalam Operasi Ketupat sudah sekitar 95 persen,” kata Faizal usai rapat koordinasi di kantor Astra Infra Toll Road Cikopo–Palimanan, Subang, Jawa Barat, Rabu (4/3/2026).
Rapat tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Dinas Perhubungan, Badan Pengatur Jalan Tol, badan usaha jalan tol, BMKG, serta instansi terkait lainnya.
Faizal menilai sinergi antarlembaga menjadi kunci untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik.
Menurut dia, sejumlah langkah antisipasi juga telah disiapkan untuk menghadapi kemungkinan lonjakan arus kendaraan di luar prediksi.
Korlantas bersama instansi terkait telah melakukan survei ke berbagai titik strategis, mulai dari jalur tol, kawasan wisata, hingga pelabuhan penyeberangan.
“Kami sudah melakukan survei ke beberapa lokasi, termasuk peninjauan terakhir di Merak. Pemerintah juga telah menambah prasarana, seperti dermaga baru untuk mendukung kelancaran arus penyeberangan,” ujarnya.
Selain penguatan infrastruktur, pemerintah juga akan menerapkan sejumlah kebijakan pendukung, di antaranya Work From Anywhere (WFA) serta Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pengaturan lalu lintas selama mudik.
Kebijakan tersebut dijadwalkan berlaku pada 13–29 Maret 2026.
Di sisi lain, Korlantas juga mengingatkan para pengusaha angkutan untuk mematuhi aturan pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga ke atas selama periode tertentu.
Namun, pembatasan tersebut tidak berlaku bagi kendaraan pengangkut kebutuhan pokok, bahan bakar minyak (BBM), serta logistik penanganan bencana.
Faizal menambahkan, dari sisi infrastruktur jalan, pemerintah juga memastikan seluruh pekerjaan perbaikan jalan dihentikan menjelang puncak arus mudik.
“Kementerian PUPR memastikan pada H-10 seluruh pekerjaan perbaikan dihentikan. Dengan begitu, saat H-7 Operasi Ketupat dimulai, jalur tol maupun arteri sudah siap dilalui pemudik,” kata dia.
Dengan berbagai persiapan tersebut, Korlantas optimistis pelaksanaan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.(cit)




