KILASJATIM.COM, Surabaya – Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar pengukuhan 10 guru besar baru dalam orasi ilmiah dan rapat senat terbuka di Lantai 5 Gedung Perpustakaan, Kampus Tenggilis. Momentum ini menjadi kado istimewa menjelang Dies Natalis ke-58 Ubaya pada 11 Maret 2026.
Rektor Ubaya, Dr. Ir. Benny Lianto, menyebut pengangkatan tersebut bukan sekadar pencapaian akademik individual, tetapi wujud integritas intelektual dan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Dengan semakin banyaknya guru besar, kapasitas kepemimpinan ilmiah, kolaborasi riset, serta hilirisasi inovasi akan semakin kuat. Kami berharap kehadiran mereka mendorong lahirnya penelitian unggul, kolaborasi industri yang lebih luas, serta solusi inovatif yang berdampak bagi bangsa,” paparnya.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., berharap para profesor baru mampu menjadi agen perubahan dan memperkuat daya saing perguruan tinggi. “Nilai multikultur yang dimiliki Ubaya harus menjadi komitmen dan diterapkan dengan konsisten sebagai kearifan yang menjadi sumber kekuatan. Kami juga menyampaikan peningkatan daya saing untuk riset dan Tri Dharma Perguruan Tinggi, agar tidak hanya unggul dalam penelitian, namun juga dalam pendidikan dan pengabdian masyarakat. Dengan demikian, kita benar-benar mengedepankan mutu untuk menciptakan SDM unggul Indonesia emas,” tuturnya.
Dengan tambahan ini, jumlah profesor aktif di Ubaya genap menjadi 36 orang. Kesepuluh guru besar yang dikukuhkan berasal dari berbagai fakultas dan bidang strategis.
Dari Fakultas Hukum, Prof. Dr. Go Lisanawati, S.H., M.Hum. dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Hukum Anti Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme dengan orasi tentang kolaborasi hukum pembawaan uang tunai dan pembatasan transaksi kartal dalam penguatan rezim anti pencucian uang.
Fakultas Farmasi menyumbang empat profesor baru, yakni Prof. Dr. apt. Oeke Yunita, S.Si., M.Si. di bidang Karakterisasi Herbal yang mengulas evolusi pendekatan berbasis sains hingga kecerdasan buatan; Prof. Dr. apt. Amelia Lorensia, S.Farm., M.Farm-Klin di bidang Farmasi Klinis Komunitas Penyakit Pernafasan dengan fokus terapi asma baru; Prof. Dr. apt. Rika Yulia, S.Si., SpFRS. di bidang Biomedis Klinis yang menyoroti resistensi antibiotik; serta Prof. apt. Kartini, S.Si., M.Si., Ph.D. di bidang Teknologi Fitofarmasi terkait standardisasi pengembangan fitofarmaka Indonesia.
Dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Prof. Dr. Felizia Arni Rudiawarni, S.E., M.Ak. dikukuhkan sebagai Guru Besar Market-based Accounting Research dengan orasi tentang aset tak berwujud dan riset dan pengembangan. Sementara Prof. Dr. Werner R. Murhadi, S.E., M.M., CSA., CIB., CRP. menjadi Guru Besar Manajemen Keuangan dan Investasi dengan fokus pengelolaan keuangan berkelanjutan perguruan tinggi.
Fakultas Teknik melahirkan dua profesor baru, yakni Prof. Dr. Joko Siswantoro, S.Si., M.Si., HCIA-AI., CADS. di bidang Pembelajaran Mesin yang membahas Grey Wolf Optimizer dalam machine learning modern, serta Prof. Lisana, S.Kom., M.Inf.Tech., Ph.D. di bidang Technology Adoption in Education yang mengangkat peran Generative Artificial Intelligence menuju intelligent university.
Dari Fakultas Teknobiologi, Prof. Dr.rer.nat. Sulistyo Emantoko Dwi Putra, S.Si., M.Si. dikukuhkan sebagai Guru Besar Bioteknologi dengan orasi mengenai metilasi DNA sebagai biomarker prediktif.
Pengukuhan 10 guru besar ini mempertegas komitmen Ubaya dalam membangun ekosistem riset dan inovasi lintas disiplin, sekaligus memperkuat kontribusi akademik bagi pembangunan nasional.(tok)
