UKWMS Gandeng Kampus UK Bahas Model Sosial Disabilitas

oleh -422 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) bekerja sama dengan Cardiff University dan Edinburgh Napier University serta didukung British Council menyelenggarakan Training and Workshop bertajuk Findings on Barriers & Social Model of Disability with Activities & Campaigns di Ruang Widya Manggala, Kampus Pakuwon City.

Kegiatan berlangsung dua hari. Hari pertama diikuti pimpinan perguruan tinggi dari berbagai institusi di Indonesia, sementara hari kedua melibatkan mahasiswa disabilitas dan non-disabilitas dari sejumlah kampus di Jawa Timur.

Wakil Rektor I UKWMS, Dr. F. V. Lanny Hartanti, S.Si., M.Si., menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam membangun kesadaran inklusi. “Acara hari ini menjadi kesempatan yang baik untuk saling belajar tentang memahami kebutuhan teman-teman disabilitas, khususnya bagi para mahasiswa. Inklusi disabilitas adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Dua peneliti yang terlibat dalam riset internasional tersebut, Dr. Zoe Lee dari Cardiff University Business School dan Prof. Nathalia Tjandra dari Edinburgh Napier University Business School, memaparkan berbagai hambatan sosial dan struktural yang masih dihadapi penyandang disabilitas serta penerapan Social Model of Disability dalam konteks pendidikan tinggi.

Melalui pendekatan ini, disabilitas dipahami bukan sebagai keterbatasan individu, melainkan sebagai konsekuensi dari sistem dan lingkungan yang belum aksesibel. Model tersebut mendorong perubahan kebijakan dan praktik institusi agar lebih inklusif.

Luaran riset ini melahirkan program bernama Sahabat-ID. “Penamaan ini cukup memakan waktu yang panjang. Harapannya, kita semua dapat menjadi sahabat yang mampu membantu, mendampingi, dan melindungi teman-teman disabilitas,” ujar Nathalia.

Zoe menambahkan pentingnya komunikasi langsung dalam membangun dukungan yang tepat. “Perlu adanya kepekaan dan kepedulian, untuk secara langsung menanyakan kepada teman-teman disabilitas mengenai dukungan atau bantuan yang mereka butuhkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Di East Java KIM Hackathon 2023, Tim CEJESS PCU Torehkan Prestasi

Sesi diskusi menghadirkan sejumlah panelis, di antaranya Abdul Majid dari Program Pascasarjana Universitas Airlangga, Fira Fitri F., Gracius Randy Wahyu J. dari UKWMS, Dr. Rachmita Maun Harahap dari Komisi Nasional Disabilitas Indonesia, serta Wuri Handayani, Ph.D. dari Universitas Gadjah Mada.

Mereka berbagi pengalaman terkait hambatan di lingkungan pendidikan dan kebutuhan penyesuaian untuk menciptakan ruang belajar setara. “Bagi teman-teman semua, jika bertemu dengan penyandang disabilitas netra, cobalah berani berinteraksi, misalnya dengan menepuk ujung pundak dan menawarkan bantuan,” ujar Abdul Majid.

Kegiatan ini sekaligus mendukung agenda Sustainable Development Goals, khususnya tujuan pendidikan berkualitas, pengurangan ketimpangan, dan kemitraan global. Melalui kolaborasi ini, UKWMS menegaskan komitmennya membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan.(tok)

No More Posts Available.

No more pages to load.