KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Pemerintah Provinsi Jawa Timur merampungkan program rehabilitasi dan revitalisasi 28 lembaga pendidikan di Banyuwangi dengan total anggaran sekitar Rp30 miliar. Program tersebut mencakup 11 SMA, 9 SMK, serta 8 SLB negeri maupun swasta.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan revitalisasi dilakukan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur sekolah sekaligus menunjang proses pembelajaran yang lebih modern dan representatif.
Menurutnya, penguatan sarana dan prasarana pendidikan menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju visi Indonesia Emas.
“Kami ingin sekolah menjadi ruang pembentukan generasi emas yang kuat secara intelektual, spiritual, dan fisik,” ujar Khofifah, Sabtu (28/2/2026).
Ia menegaskan, pembangunan sektor pendidikan tidak hanya berfokus pada peningkatan mutu akademik, tetapi juga pada penciptaan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Jatim dalam peningkatan kualitas pendidikan di daerahnya.
Menurut Ipuk, perbaikan sarana dan prasarana akan berdampak langsung pada kenyamanan serta semangat belajar siswa di Banyuwangi.
“Dengan lingkungan belajar yang semakin baik, para taruna dan pelajar bisa berkembang lebih optimal,” ujarnya.
Program revitalisasi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Banyuwangi sekaligus memperkuat daya saing generasi muda Jawa Timur di tingkat nasional maupun global.(zul)




