Harga Cabai Rawit di Kediri Naik Akibat Pasokan Banyuwangi Libur

oleh -664 Dilihat

KILASJATIM.COM, Kediri – Harga cabai rawit di Kabupaten Kediri mengalami kenaikan sekitar Rp4.000 per kilogram. Kenaikan ini dipicu oleh berkurangnya pasokan dari wilayah Banyuwangi yang sedang libur pengiriman.

Berdasarkan rilis harga aneka cabai di Pasar Induk Pare dari Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri, Rabu (25/2/2026), sejumlah varietas cabai rawit mengalami penyesuaian harga.

Cabai Rawit Merah (CRM) varietas Brengos 99 kini berada di angka Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp76.000. Sementara cabai rawit jenis Asmoro 043 mengalami kenaikan tipis dari Rp74.000 menjadi Rp75.000 per kilogram.

Cabai rawit merah lokal Kediri juga mengalami kenaikan dari Rp67.000 menjadi Rp72.000 per kilogram. Begitu pula cabai rawit jenis Prentol atau Tumi 99 yang naik dari Rp63.000 menjadi Rp68.000 per kilogram.

Kenaikan serupa terjadi pada cabai rawit jenis Juwita 25 F1 yang kini dijual Rp66.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp61.000.

Ketua APCI Kabupaten Kediri, Suyono, menjelaskan kenaikan harga disebabkan terbatasnya pasokan.

“Hari ini harga cabai rawit merah varietas unggul naik karena pasokan sedikit, sedangkan harga cabai merah besar dan cabai merah keriting masih stabil meski pasokan bertambah,” ujarnya.

Untuk cabai merah keriting (CMK), varietas Boos Tavi berada di harga Rp17.000 per kilogram, sementara jenis Sibad dijual Rp16.000 per kilogram.

Sedangkan cabai merah besar (CMB) varietas Gada EVO dibanderol Rp18.000 per kilogram. Jenis Imola dijual Rp17.000 per kilogram dan Sandi 08 berada di angka Rp16.000 per kilogram.

Pengiriman cabai dari Pasar Induk Pare ke wilayah Jabodetabek meliputi cabai besar sebanyak 3 ton dan cabai keriting 1,5 ton.

Sementara serapan untuk sektor industri tercatat mencapai 5 ton cabai besar, 1 ton cabai keriting, serta 3 ton cabai rawit.

Baca Juga :  Harga Bawang dan Cabai di Jatim Turun, Cabai Rawit Justru Melonjak

Adapun pasokan cabai besar di Pasar Induk Pare berasal dari Kediri, Jombang, dan Malang dengan total sekitar 10 ton. Pasokan cabai keriting dari wilayah Kediri mencapai 3 ton, sedangkan pasokan cabai rawit berasal dari Kediri dan Jawa Tengah sebanyak 11 ton.

Kondisi ini menunjukkan bahwa fluktuasi harga cabai masih sangat dipengaruhi oleh dinamika pasokan antar daerah, khususnya dari sentra produksi utama seperti Banyuwangi.(rud)

No More Posts Available.

No more pages to load.