KILASJATIM.COM, Surabaya – Mahasiswa Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua tim kampus ini sukses meraih Juara 2 dan Juara 3 dalam ajang Flutter Fusion Competition 2026 yang digelar di Surabaya.
Kompetisi pengembangan aplikasi tersebut diselenggarakan oleh GDG Surabaya, Flutter Surabaya, dan AI/ML Surabaya. Penilaian dilakukan juri profesional berdasarkan aspek inovasi, fungsionalitas aplikasi, pemanfaatan teknologi, serta dampak sosial.
Juara 2 diraih tim ISTTS melalui aplikasi “Teman Keluarga” yang dikembangkan Alexander Erick, Kevin Jonathan Halim, dan Jenny Elizabeth Alim.
Aplikasi ini dirancang sebagai platform manajemen kesehatan lansia yang terintegrasi dengan interaksi keluarga. Fitur utamanya meliputi pengingat minum obat, gamifikasi aktivitas harian, tombol darurat (SOS), Memory Book, ruang obrolan keluarga, hingga fitur berbasis AI untuk interaksi digital.
Platform tersebut ditujukan membantu keluarga memantau kondisi lansia sekaligus menjaga kedekatan emosional melalui teknologi.
Sementara Juara 3 diraih melalui aplikasi “Belajar Bareng App” karya Given Lee dan Adeltrudo Donal.
Aplikasi ini mengusung konsep Learning Management System (LMS) modern dengan fitur multi role authentication, manajemen akademik, materi pembelajaran, sistem tugas dan kuis, AI-powered quiz berbasis Gemini, serta real-time GPS tracking. Sistem tersebut dirancang untuk meningkatkan efektivitas dan transparansi proses belajar mengajar.
Penasihat lomba sekaligus Lead Organiser GDG Surabaya, Prof. Dr. Ir. Esther Irawati, menegaskan kompetisi ini bukan sekadar lomba desain antarmuka.
Menurutnya, peserta ditantang mengintegrasikan Flutter sebagai frontend, cloud computing sebagai infrastruktur, serta kecerdasan buatan sebagai elemen inovasi.
“Integrasi efisiensi Flutter, skalabilitas cloud, dan AI menunjukkan kesiapan mereka menghadapi masa depan teknologi,” ujarnya.
Adapun Juara 1 diraih tim “Pemburu Biji” dari Universitas Negeri Surabaya. Juara Harapan 1 diraih Abdur Rouf dari ITB Widyagama Lumajang melalui aplikasi “YesKing”. Juara Harapan 2 diraih tim Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dengan aplikasi “Pengen Menang Pliz”.
Humas ISTTS, Yanti, menyatakan capaian ini menjadi bukti mahasiswa kampus tersebut mampu bersaing di level nasional dan berkontribusi dalam penguatan talenta digital, khususnya pengembangan aplikasi berbasis Flutter.
Prestasi ini sekaligus mempertegas posisi Surabaya sebagai salah satu ekosistem pengembang aplikasi yang aktif dan kompetitif di Indonesia. (FRI)
