Resmikan Fasilitas Baru di Surabaya Barat, ForeverFit Dorong Lansia Aktif dan Mandiri

oleh -567 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Indonesia bersiap menghadapi pergeseran demografi besar pada 2030. Proyeksi nasional menunjukkan bahwa satu dari lima hingga satu dari enam penduduk akan berusia di atas 60 tahun. Menjawab tantangan tersebut, ForeverFit resmi membuka cabang terbaru di Atedia Senior Living, Royal Residence, Surabaya Barat, dengan konsep “Safe Space – Age Well, Move Well in 50+ and Beyond” pada Sabtu(21/2).

Pembukaan cabang ketiga ini menandai komitmen ForeverFit dalam mendorong transisi dari pendekatan pemulihan pasif menuju kemandirian fisik berkelanjutan melalui latihan kekuatan (strength training), khususnya bagi kelompok usia 50 tahun ke atas. Founder ForeverFit, Abed S Santoso, mengatakan bahwa masyarakat perlu mengubah cara pandang terhadap proses menua.

“Banyak orang menganggap lansia itu identik dengan renta, rapuh, dan mudah jatuh. Padahal, sebagian besar penurunan fungsi fisik bisa dicegah dengan latihan yang tepat dan terukur,” ujarnya saat grand opening kepada media.

Selain perubahan demografi, lonjakan biaya kesehatan juga menjadi perhatian. Inflasi biaya medis di Indonesia tercatat terus meningkat setiap tahun dan kerap melampaui inflasi umum. Kondisi ini berdampak pada kenaikan premi asuransi serta beban finansial keluarga. Menurut Abed, latihan kekuatan yang dilakukan secara benar merupakan bentuk investasi kesehatan jangka panjang.

“Strength training yang tepat adalah asuransi kesehatan paling murah dan efektif. Daripada mengeluarkan biaya besar untuk kunjungan rumah sakit berulang akibat penurunan fungsi fisik, lebih baik berinvestasi pada penguatan otot sejak dini,” katanya.

Selama ini, layanan kesehatan di Indonesia dinilai masih berfokus pada aspek kuratif. Dalam kasus cedera atau nyeri sendi, pasien kerap berhenti pada terapi pasif seperti TENS, ultrasound, atau akupunktur tanpa melanjutkan ke fase penguatan otot dan latihan fungsional. Padahal, tahap tersebut dinilai krusial untuk mengembalikan kemampuan aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Baca Juga :  HokBen Jemput Bola Dekati Pelanggan,  Buka Gerai di National Hospital 

ForeverFit mengusung pendekatan “Prehab through Strength”, yakni mempersiapkan tubuh sebelum kondisi memburuk. Setiap peserta menjalani asesmen awal untuk menilai kondisi fisik, riwayat cedera, hingga batasan gerak sebelum program latihan disusun secara individual. Pendekatan ini dinilai penting mengingat setiap individu memiliki konteks dan limitasi berbeda, termasuk mereka yang telah menjalani operasi lutut atau memiliki gangguan muskuloskeletal kronis.

Konsep tersebut sejalan dengan pedoman World Health Organization (WHO) 2020 yang merekomendasikan latihan penguatan otot minimal dua kali per minggu bagi lansia untuk menjaga keseimbangan serta mencegah sarkopenia atau penyusutan massa otot. Masalah muskuloskeletal dan risiko jatuh menjadi salah satu penyebab utama penurunan kualitas hidup bahkan kematian pada kelompok usia di atas 65 tahun.

Berdiri di Surabaya dan kini memasuki tahun ke-10, ForeverFit memposisikan diri sebagai pusat pelatihan kebugaran privat yang berfokus pada populasi usia 40 tahun ke atas. Kehadiran cabang di kawasan Surabaya Barat diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap layanan kebugaran berbasis preventif serta mendorong paradigma baru bahwa penuaan bukan identik dengan ketergantungan, melainkan fase kehidupan yang tetap dapat dijalani secara aktif, kuat, dan mandiri. (Kar)

No More Posts Available.

No more pages to load.