KILASJATIM.COM, Malang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp7.050.325.000 kepada masyarakat Kabupaten Malang, Minggu (22/2/2026). Penyaluran yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Malang ini merupakan implementasi program Nawa Bhakti Satya, khususnya Bhakti Kesatu “Jatim Sejahtera”.
Dari total anggaran tersebut, sebesar Rp5.765.825.000 dialokasikan melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Komponen terbesar berasal dari Program Keluarga Harapan (PKH) Plus senilai Rp4.166.000.000 yang diberikan kepada 2.083 keluarga penerima manfaat. Masing-masing keluarga menerima Rp2 juta per tahun guna memperkuat daya tahan ekonomi rumah tangga.
Selain PKH Plus, bantuan juga mencakup berbagai program sosial lainnya yang menyasar kelompok rentan dan masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mengalokasikan Rp1.259.500.000 melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa untuk mendukung program BUMDesa, Desa Berdaya, serta Jatim Puspa di Kabupaten Malang.
Melalui BUMD Provinsi Jatim, turut disalurkan zakat produktif sebesar Rp25.000.000 kepada 50 penerima manfaat sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi berbasis usaha mikro.
“APBD harus hadir sebagai instrumen keadilan sosial. Kita pastikan bantuan ini tepat sasaran, memberi harapan, sekaligus membuka jalan kemandirian bagi masyarakat Kabupaten Malang,” ujar Khofifah di sela-sela penyaluran.
Perhatian juga diberikan kepada para garda terdepan pelayanan sosial. Tali asih bagi SDM PKH Plus, Pendamping Disabilitas, TKSK, dan TAGANA dialokasikan sebesar Rp478.200.000 bagi 222 penerima sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam mendampingi masyarakat.
Sementara itu, Bupati Malang Sanusi menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Semoga bantuan ini mampu memberikan manfaat dan keberkahan sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Malang,” pungkasnya.
Penyaluran bansos ini diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi stimulus penguatan ekonomi keluarga dan desa di Kabupaten Malang.(TQI)
