Mendag Akui Harga Minyakita dan Telur Jelang Ramadan Masih Tinggi

oleh -279 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Foto: Istimewa

KILASJATIM.COM, Jakarta – Menteri Perdagangan Budi Santoso mengakui masih ada komoditas pangan yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) menjelang Ramadan. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), dua komoditas yang tercatat melampaui batas harga adalah Minyakita dan telur ayam.

Harga Minyakita terpantau Rp 16.020 per liter, lebih tinggi dari HET Rp 15.700. Meski begitu, Budi menyebut harga tersebut sudah turun dibandingkan sebelumnya yang sempat menyentuh rata-rata Rp 16.800 per liter.

“Memang masih di atas HET, tapi sudah turun dibanding sebelum aturan terbaru keluar,” kata Budi di Kantor Kementerian Perdagangan, Rabu (18/2/2026).

Ia menjelaskan proses distribusi dari produsen ke BUMN masih berjalan dan menjadi salah satu faktor harga belum sepenuhnya sesuai HET. Pemerintah, kata dia, menargetkan harga Minyakita segera turun dalam waktu dekat.

Selain Minyakita, harga telur ayam juga tercatat Rp 30.750 per kilogram (kg), sedikit di atas harga acuan Rp 30.000 per kg.

Di sisi lain, Kemendag memastikan sebagian besar komoditas pangan lain masih berada di bawah harga acuan. Harga daging sapi rata-rata nasional tercatat Rp 133.618 per kg, lebih rendah dari HET Rp 140.000 per kg. Bawang putih juga berada di level Rp 36.875 per kg, di bawah HET Rp 38.000 per kg.

Budi menegaskan data harga tersebut bersifat terbuka dan dapat diakses publik melalui SP2KP. Dengan sistem ini, masyarakat dan media dapat memantau pergerakan harga secara real time, terutama menjelang periode peningkatan konsumsi seperti Ramadan.

Pemerintah memastikan pengawasan distribusi dan harga terus diperkuat agar stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga. (cit)

Baca Juga :  Bupati Lumajang Lantik 145 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Adiministrator, Pengawas, Dan Fungsional