Bapanas Pastikan Pengawasan Harga Pangan Berjalan, Satgas Bergerak di 38 Provinsi

oleh -518 Dilihat

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional I Ketut Astawa (kiri) bersama Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho (tengah) bersama jajaran memberikan keterangan kepada awak media usai mengakhiri rangkaian sidak pangan di Pasar Minggu, Jakarta – Foto Istimewa

KILASJATIM.COM, Jakarta – Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, memastikan pengawasan harga pangan terus berjalan menjelang Ramadan dan Lebaran 2026. Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan (Satgas Saber Pangan) telah bergerak hampir dua pekan terakhir.

Pemantauan dilakukan setiap hari di seluruh provinsi dan akan berlangsung hingga setelah Lebaran. Langkah ini ditempuh untuk memastikan tidak ada celah pelanggaran dalam distribusi maupun penjualan bahan pangan di lapangan.

“Tim Satgas Saber Pelanggaran Pangan, sebagaimana Bapak juga sebagai pengarah, ini sudah bergerak hampir dua minggu, Pak. Jadi terus ini Pak, jadi setiap hari bergerak dan terus bergerak,” ujar Ketut dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Ketut menyebutkan seluruh 38 provinsi telah aktif melakukan pengawasan bersama aparat penegak hukum. Namun demikian, masih terdapat sejumlah daerah yang belum didampingi kepala dinas terkait saat melakukan inspeksi lapangan.

Menurutnya, pendampingan dari dinas teknis sangat penting karena mereka memahami kondisi pasokan dan perkembangan harga di wilayah masing-masing. Aparat kepolisian akan menindaklanjuti apabila ditemukan pelanggaran di lapangan, termasuk jika ada harga yang melampaui ketentuan.

Ia meminta tim pusat dan daerah turun bersama agar pengawasan lebih efektif. Kolaborasi dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas harga serta melindungi masyarakat dari potensi lonjakan harga menjelang Ramadan.

“Tim kita harus kompak dan turun bersama agar memahami kondisi lapangan,” tegasnya.

Baca Juga :  Polres Bojonegoro dan TPID Gelar Sidak Distributor Bahan Pokok Jelang Ramadhan

Pengawasan terpadu tersebut diharapkan mampu mencegah lonjakan harga bahan pokok sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) segera menelusuri setiap kenaikan harga pangan di wilayah masing-masing.

Menurut Tomsi, kenaikan sekecil apa pun tidak boleh dibiarkan karena berpotensi meningkat pada periode berikutnya. Pemerintah daerah diminta memahami posisi harga komoditas strategis dan segera mencari penyebab jika terjadi kenaikan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Begitu ada kenaikan di atas HET, segera dalami penyebabnya. Jangan dibiarkan,” tegasnya.

Dengan pengawasan intensif dan koordinasi lintas sektor, pemerintah berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga sepanjang Ramadan hingga Idulfitri 2026.(pur)

No More Posts Available.

No more pages to load.