Imlek Bukan Sekadar Perayaan, Ini Makna Pembaruan Hidup

oleh -313 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Bagi banyak orang, Imlek identik dengan barongsai, lampion merah, dan angpao. Namun di balik kemeriahannya, Tahun Baru Imlek menyimpan makna mendalam tentang pembaruan hidup dan harmoni relasi.

Dosen Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra, Dr. Olivia, S.E., M.A., menjelaskan Imlek sejatinya bukan sekadar perayaan budaya, melainkan momen transisi yang sarat makna filosofis. “Imlek bukan hanya perayaan budaya, tetapi sebuah titik balik. Ini adalah simfoni pergantian musim yang membawa pesan pembaruan hidup,” ujarnya.

Secara harfiah, Imlek menandai berakhirnya musim dingin dan datangnya musim semi. Dalam tradisi Tionghoa, momen ini menjadi waktu untuk menutup lembaran lama dan memulai siklus baru, serupa dengan makna pergantian tahun atau Idul Fitri bagi umat Muslim.

Menurut Olivia, Imlek dapat dirayakan siapa saja yang memiliki akar tradisi Tionghoa, tanpa memandang keyakinan, karena esensinya adalah kebersamaan keluarga dan refleksi diri.

Tradisi bersih-bersih rumah sebelum Imlek bukan sekadar urusan kebersihan. “Ada makna simbolis membuang keburukan dan kesialan tahun lalu agar siap menerima keberuntungan baru,” jelasnya. Saat hari-H, aktivitas bersih-bersih dihentikan sebagai simbol berhenti dari rutinitas dan fokus pada kebersamaan.

Makna simbolik juga hadir di meja makan. Kue Keranjang atau Nián Gāo melambangkan harapan peningkatan kualitas hidup. Kata gāo bermakna tinggi, mencerminkan doa agar kehidupan di tahun baru semakin meningkat. Ikan juga menjadi hidangan wajib. Dalam bahasa Mandarin, kata yú (ikan) terdengar sama dengan kata yang berarti kelebihan. “Harapannya agar setiap tahun kita tidak hanya cukup, tetapi memiliki kelebihan rezeki,” ujarnya.

Terkait anggapan Imlek identik dengan hujan, Olivia menjelaskan hal itu berkaitan dengan fenomena musim. Di Tiongkok, Imlek bertepatan dengan peralihan salju menjadi hujan, sedangkan di Indonesia jatuh pada puncak musim hujan. Namun secara simbolis, hujan dimaknai sebagai berkah dan kelimpahan rezeki.

Baca Juga :  Waspada Hantavirus, Warga Diminta Jaga Imunitas

Memasuki tahun 2026 yang dikenal sebagai Tahun Kuda Api, Olivia menyebut energi yang dibawa adalah semangat, vitalitas, dan percepatan. “Kuda adalah simbol kecepatan. Pesannya jelas, ini saatnya berpacu dengan waktu, menyelesaikan yang tertunda, dan melangkah maju dengan energi penuh,” katanya.

Pada akhirnya, Imlek menekankan pentingnya harmoni antara Langit, Bumi, dan manusia. Prinsip tian shi di li ren he atau keselarasan waktu, tempat, dan hubungan menjadi kunci mencapai kehidupan yang lebih baik. “Esensi Imlek adalah memperbaiki relasi dan memperbarui diri agar menjadi pribadi yang lebih rukun dan lebih tangguh di tahun yang baru,” pungkasnya.(tok)