Founder Eptilu Garut, Rizal Fahreza, sukses membekali petani setempat dengan cara bertani berbasis teknologi. (kilasjatim.com/nova)
KILASJATIM.COM, Garut – Kebun Eptilu (Fresh from Farm (segar dari kebun) yang merupakan binaan Bank Indonesia sukses memberikan pendampingan terhadap petani di desa setempat. Eptilu yang berlokasi di Desa Mekarsari – Cikajang Garut Jawa Barat ini membekali para petani dengan menerapkan sistem pertanian berbasis teknologi.
Pendampingan secara bertahap dan terstruktur yang dilakukan mulai dari capacity building, produksi presisi, hingga kepastian pasar. Ada evaluasi before dan after agar manfaatnya terukur.. Lahan yang sebelumnya dikelola secara konvensional kini berkembang menjadi pusat edukasi pertanian modern berbasis teknologi tepat guna.
Founder Eptilu Garut, Rizal Fahreza, mengatakan saat ini mengelola lebih dari 75 hektar lahan hortikultura. Komoditasnya beragam, seperti jeruk lemon, cabai, tomat, hingga kentang dihasilkan dengan kualitas dan kuantitas yang sangat baik. Salah satunya karena sistem pertanian yang menggunakan teknologi tepat guna dan irigasi yang sangat baik.
“Di lahan yang cukup luas ini, kami membudidayakan komoditas secara modern dan secara alami sebagai bentuk edukasi. Disini kami melakukan dua model pertanian pertama dilakukan secara alami dan dengan teknologi. Supaya orang yang datang ke sini bisa membandingkan. Pertanian yang biasa atau alami hasilnya seperti apa, pertumbuhannya seperti apa. Dan kalau yang menggunakan teknologi hasilnya seperti apa dan pertumbuhannya seperti apa,” ujar Rizal Fahreza, saat menerima kunjungan rombongan media Jawa Timur bersama tim Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur (KPwBI Jatim), Jumat (13/2/2026)
Di kebun Eptilu juga menerapkan sistem dengan green house dan air untuk menyiram, menggunakan aplikasi yang bisa dikendalikan dari ponsel dimana teknik tersebut berhasil dikembangkan dwngan bantuan dan kerjasama dengan Bank Indonesia..
Bantuan sejak 2022 itu sudah menghasilkan cabai yang melimpah dengan kualitas terbaik. Bahkan Eptilu kini mampu memperluas pasar melalui kerja sama antar daerah, sehingga produk pertanian mereka dapat dipasok hingga keluar kabupaten Garut, seperti DKI Jakarta dan Banten.
Selanjutnya Rizal mengajak para awak media meninjau kebun petik jeruk dan fasilitas smart green house yang menjadi contoh implementasi teknologi pertanian modern di Garut. Selain cabai, pendampingan juga menyasar tomat, kentang, dan jeruk.
Berkat jejaring kerja sama antarwilayah, produk Eptilu kini menyuplai pasar hingga DKI Jakarta dan Banten. Selain menjual hasil segar, Eptilu juga mengembangkan produk olahan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas hortikultura.
Saat ini Eptilu juga mengembangkan agrowisata edukatif yang memberi kesempatan para pengunjungnya untuk memetik jeruk langsung dari pohon, menikmati panorama pegunungan, sekaligus mencicipi olahan di Resto & Kafe Eptilu dengan konsep farm to table. (nov)
