Sambut Imlek, Klenteng Hong San Ko Tee Gelar Bersih Rupang

oleh -307 Dilihat
Oleh
Frizal
Reporter
Jelang Imlek, pengurus Klenteng Hong San Ko Tee melakukan tradisi tahunan pembersihan rupang atau patung dewa. (Foto: Frizal/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Menjelang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, pengurus Klenteng Hong San Ko Tee di Jalan Cokroaminoto, Surabaya, menggelar tradisi tahunan pembersihan rupang atau patung dewa.

Sejumlah petugas tampak membersihkan rupang dengan hati-hati. Tradisi ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, melainkan bagian dari ritual keagamaan yang telah diwariskan turun-temurun.

Pengelola klenteng, Robertus, menjelaskan bahwa secara kepercayaan, pada tanggal 10 malam para dewa “naik ke langit”, sehingga rupang dianggap dalam keadaan kosong dan dapat dibersihkan.

“Selama setahun rupang tidak boleh dibersihkan. Saat inilah waktunya, karena secara ritual para dewa sedang naik ke langit,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Rupang yang sebagian terbuat dari porselen dibersihkan menggunakan sabun khusus, lalu dibilas dengan air kembang sesuai tradisi. Proses ini dilakukan dengan kehati-hatian untuk menghindari kerusakan.

Menurut Robertus, pembersihan rupang merupakan bentuk pengabdian umat sekaligus simbol penyucian diri menyambut tahun baru.

Jumlah rupang di klenteng tersebut cukup banyak dengan berbagai ukuran. Proses pembersihan biasanya memakan waktu hingga dua hari, tergantung jumlah petugas yang terlibat.

Tak hanya rupang, seluruh area klenteng juga dibersihkan sekitar sepekan sebelum Imlek. Tradisi ini menjadi simbol harapan agar keberkahan dan rezeki mengalir lancar di tahun yang baru.

Sebelum pembersihan dimulai, pengurus dan petugas menggelar sembahyang bersama sebagai bentuk permohonan izin dan doa agar rangkaian persiapan berjalan lancar.

Perayaan Imlek sendiri menjadi momentum penting bagi umat Konghucu dan masyarakat Tionghoa, tidak hanya sebagai pergantian tahun, tetapi juga sebagai waktu refleksi dan pembaruan diri. (FRI/cit)

Baca Juga :  Tiba di Bondowoso, Bupati Abdul Hamid Wahid Menyapa Warga

No More Posts Available.

No more pages to load.