Pilih Mengabdi ke Daerah, 46 Dokter Baru Unusa Bersumpah

oleh -315 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Sebanyak 46 dokter baru Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK Unusa) resmi diambil sumpahnya di Auditorium Kampus B Unusa, Rabu (11/2/2026). Tidak sedikit dari mereka menyatakan komitmen untuk kembali dan mengabdi ke daerah asal, termasuk wilayah pelosok Nusantara.

Prosesi pengambilan sumpah berlangsung khidmat. Para dokter laki-laki mengenakan jas dan dasi, sementara dokter perempuan tampil anggun dengan kebaya. Di hadapan orang tua dan keluarga, mereka mengucapkan sumpah dokter, janji profesi yang menandai awal pengabdian kepada masyarakat.

Di antara 46 dokter baru itu, sejumlah nama membawa cerita pengabdian yang kuat pada daerah asal. Pia, misalnya, bertekad kembali ke Mobagu, Sulawesi Utara. Tumbuh di keluarga guru, ia terbiasa melihat nilai pengabdian sejak kecil. Minimnya akses layanan kesehatan di kampung halamannya menjadi motivasi utama. “Sejak awal saya ingin kembali ke Mobagu,” ujarnya. “Bagi saya, dokter bukan hanya menyembuhkan, tapi menghadirkan rasa tenang bagi masyarakat.”

Nabila Yusmawati juga menyimpan komitmen serupa. Lahir dan besar di Manokwari, Papua Barat, ia kerap mengikuti ibunya, seorang dokter yang juga Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, melayani masyarakat di wilayah terpencil. “Saya ingin kembali ke Papua. Spesialis apa pun yang nanti saya pilih, harus sesuai kebutuhan masyarakat di sana,” kata Nabila.

Sementara itu, Muhammad Rafli memilih pulang ke Tarakan, Kalimantan Utara. Meski daerahnya berkembang, kebutuhan dokter masih besar. Pengalaman terlibat dalam tindakan resusitasi saat kepaniteraan klinik menguatkan minatnya pada bidang jantung. “Saya ingin menjadi dokter yang bisa membantu memperpanjang harapan hidup masyarakat di daerah saya,” ujarnya.

Berbeda lagi dengan dr. Nuzlan Nuari asal Morotai, Maluku Utara. Meski sempat mengikuti program internasional di Universitas Putra Malaysia, ia menegaskan ingin membangun sistem kesehatan di daerahnya sendiri. “Ilmu yang saya dapat harus kembali ke tanah kelahiran. Saya ingin jadi dokter sekaligus akademisi yang bisa memperkuat layanan kesehatan di daerah,” kata Nuzlan.

Baca Juga :  Korban Meninggal Ponpes Al-Khoziny Bertambah Jadi 52 Orang, Evakuasi Terus Dilakukan Hingga Malam

Di tengah kecenderungan tenaga kesehatan berkarier di kota besar, pilihan pulang ke daerah menjadi sikap yang tidak biasa. Namun bagi mereka, pengabdian justru menemukan maknanya ketika hadir di tempat yang paling membutuhkan. Dengan pengambilan sumpah ini, Indonesia kembali mendapatkan 46 dokter baru. Lebih dari sekadar gelar, mereka membawa komitmen untuk hadir, melayani, dan memastikan layanan kesehatan menjangkau hingga pelosok negeri.(tok)